Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Bali, Ubud sering menjadi salah satu tujuan yang menarik untuk dijadikan tempat menginap. Suasananya berbeda dengan kawasan pantai di Bali karena lebih identik dengan lingkungan yang hijau, seni, budaya, persawahan, serta suasana yang relatif tenang. Namun, sebelum menentukan hotel atau penginapan, ada satu pertanyaan penting yang sebaiknya dipikirkan sejak awal: Pertama kali ke Ubud, sebaiknya menginap di area mana?
Pertanyaan pertama kali ke Ubud, sebaiknya menginap di area mana? sebenarnya cukup penting karena Ubud memiliki beberapa kawasan dengan karakter yang berbeda. Ada area yang berada dekat pusat keramaian, ada yang lebih tenang di tengah persawahan, dan ada pula yang cocok bagi wisatawan yang ingin lebih mudah menjangkau berbagai tempat wisata, restoran, maupun fasilitas lainnya.
Pemilihan lokasi penginapan juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan selama liburan. Jika lokasi hotel terlalu jauh dari tempat yang ingin dikunjungi, waktu perjalanan bisa lebih panjang dan agenda wisata terasa terburu-buru. Sebaliknya, menginap di kawasan yang sesuai dengan rencana perjalanan dapat membuat waktu lebih efisien dan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan.
Selain mempertimbangkan lokasi, wisatawan juga perlu menyesuaikan pilihan penginapan dengan kebutuhan perjalanan. Pasangan yang mencari suasana romantis tentu memiliki pertimbangan berbeda dengan keluarga, wisatawan lanjut usia, maupun mereka yang ingin menjelajahi Ubud dengan kendaraan sewaan. Karena itu, tidak selalu penginapan yang berada di pusat Ubud menjadi pilihan paling tepat untuk semua orang.
Melalui pembahasan berikut, wisatawan dapat temukan area menginap yang nyaman sesuai kebutuhan, akses wisata, dan budget sebelum menentukan hotel. Setiap kawasan akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada gaya perjalanan, tempat yang ingin dikunjungi, serta suasana yang diharapkan selama liburan dan berada di Ubud.

1. Menginap di Pusat Ubud untuk Kemudahan dan Kepraktisan
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, pusat Ubud (kawasan sentral) merupakan salah satu pilihan paling praktis. Kawasan ini berada di sekitar jalan raya utama, pasar, Puri Ubud, Jalan Hanoman, hingga beberapa ruas jalan yang mengarah ke Monkey Forest.
Keuntungan utama menginap di pusat kota adalah kemudahan akses. Banyak restoran, kafe, toko, tempat spa, minimarket, serta berbagai fasilitas wisata berada tidak terlalu jauh dari kawasan ini.
Bagi wisatawan yang tidak ingin terlalu sering menggunakan kendaraan, pusat Ubud juga menarik karena beberapa lokasi dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Namun, perlu diperhatikan bahwa jalan di pusat dapat cukup ramai pada jam-jam tertentu.
Area ini cocok bagi:
- Wisatawan yang baru pertama kali datang ke Ubud.
- Pasangan yang ingin mudah mencari restoran dan kafe.
- Wisatawan yang tidak membawa kendaraan sendiri.
- Orang yang ingin banyak berjalan kaki.
- Wisatawan yang ingin menghemat waktu perjalanan menuju berbagai fasilitas.
Kekurangannya adalah suasana tidak selalu tenang, terutama di kawasan yang ramai dengan kendaraan dan aktivitas wisatawan.
2. Monkey Forest untuk Wisatawan yang Suka Suasana Ramai
Kawasan Monkey Forest merupakan pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin berada dekat dengan salah satu kawasan populer di Ubud. Di sekitar area ini terdapat banyak pilihan hotel, vila, restoran, kafe, toko, serta tempat untuk bersantai.
Lokasinya juga cukup strategis untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana tanpa harus selalu bepergian jauh untuk mencari makanan atau hiburan.
Pada siang hari, kawasan ini dapat terasa cukup ramai. Karena itu, sebelum memilih hotel, sebaiknya perhatikan posisi penginapan. Hotel yang berada di jalan utama akan memiliki karakter berbeda dengan hotel yang masuk sedikit ke jalan yang lebih kecil.
Monkey Forest cocok untuk wisatawan yang ingin menggabungkan aktivitas wisata dengan kemudahan mencari tempat makan dan fasilitas lainnya.
Untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Ubud, kawasan ini bisa menjadi pilihan yang aman dari sisi kepraktisan, terutama jika tidak ingin terlalu jauh dari pusat aktivitas.

3. Jalan Bisma untuk yang Ingin Dekat Pusat tetapi Lebih Tenang
Jalan Bisma dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang merasa pusat Ubud terlalu ramai, tetapi tetap ingin berada dekat dengan berbagai fasilitas.
Di kawasan ini terdapat berbagai pilihan penginapan, mulai dari hotel sederhana hingga vila yang menawarkan suasana lebih privat. Beberapa bagian Jalan Bisma juga memiliki nuansa lebih hijau dibandingkan jalan utama di pusat kota.
Salah satu kelebihannya adalah posisi yang relatif strategis. Wisatawan tetap dapat menuju pusat, tetapi ketika kembali ke penginapan suasananya bisa terasa lebih tenang.
Area ini cocok untuk pasangan atau wisatawan yang ingin menikmati Ubud dengan ritme lebih santai.
Namun, jangan hanya melihat nama kawasan ketika melakukan pemesanan. Periksa lokasi hotel secara detail karena jarak antara satu penginapan dengan penginapan lainnya bisa cukup berbeda.
4. Penestanan untuk yang Mencari Suasana Santai
Jika tujuan utama datang ke Ubud adalah menikmati ketenangan, Penestanan bisa menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk dipertimbangkan.
Suasana Penestanan cenderung lebih santai dan banyak terdapat lingkungan hijau. Kawasan ini juga dikenal dengan nuansa seni dan kehidupan lokal yang membuat pengalaman menginap terasa berbeda dari pusat Ubud.
Banyak wisatawan memilih area seperti ini ketika ingin menghabiskan lebih banyak waktu di penginapan, bekerja secara remote, membaca buku, menikmati makanan, atau sekadar berjalan santai di lingkungan sekitar.
Penestanan cocok untuk:
- Pasangan.
- Wisatawan yang menyukai ketenangan.
- Wisatawan yang ingin suasana lebih lokal.
- Digital nomad.
- Orang yang tidak keberatan menggunakan kendaraan untuk menuju pusat Ubud.
Hal yang perlu dipertimbangkan adalah akses. Tidak semua bagian Penestanan berada dekat jalan utama, sehingga wisatawan yang membawa koper besar atau menggunakan mobil perlu memastikan akses menuju penginapan cukup nyaman.
5. Tegalalang untuk Penggemar Alam dan Persawahan
Berbeda dengan kawasan pusat, Tegalalang menawarkan suasana yang lebih dekat dengan alam dan lingkungan pedesaan. Area ini cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Ubud yang lebih hijau dan tenang.
Penginapan di kawasan Tegalalang banyak menawarkan pemandangan persawahan atau lingkungan yang dikelilingi pepohonan. Bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari suasana perkotaan, pilihan seperti ini tentu cukup menarik.
Namun, Tegalalang tidak selalu menjadi pilihan paling praktis bagi wisatawan yang ingin setiap hari berjalan-jalan di pusat Ubud.
Jika agenda Anda banyak berada di pusat atau kawasan sentral, perhitungkan waktu perjalanan. Sebaliknya, jika tujuan utama adalah menikmati suasana alam, vila, kolam renang, dan ketenangan, Tegalalang justru dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

6. Sayan untuk Pengalaman Menginap yang Lebih Tenang
Sayan merupakan salah satu kawasan yang dapat dipertimbangkan oleh wisatawan yang mengutamakan ketenangan dan suasana hijau.
Kawasan ini memiliki banyak pilihan penginapan dengan konsep vila dan resort. Lingkungan yang relatif tenang membuat Sayan cocok untuk pasangan, honeymoon, maupun wisatawan yang ingin menikmati waktu lebih banyak di penginapan.
Keuntungan memilih Sayan adalah Anda tidak harus berada di tengah keramaian untuk mendapatkan pengalaman Ubud. Sebaliknya, Anda dapat menikmati suasana alam sambil tetap memiliki akses ke kawasan Ubud menggunakan kendaraan.
Namun, area ini kurang cocok bagi wisatawan yang ingin keluar-masuk hotel dengan berjalan kaki setiap saat.
Jadi, jika Anda memilih Sayan, sebaiknya sudah memiliki rencana transportasi selama berada di Ubud.
7. Kedewatan bagi yang Mengutamakan Ketenangan
Kedewatan juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjauh sedikit dari pusat keramaian.
Karakter kawasan ini lebih cocok bagi orang yang ingin menikmati suasana hijau dan penginapan yang memberikan rasa privat. Banyak wisatawan memilih kawasan seperti ini ketika tujuan perjalanan bukan sekadar mengunjungi tempat wisata, tetapi juga beristirahat.
Kekurangannya hampir sama dengan Sayan. Jika ingin sering pergi ke kawasan sentral, Anda akan lebih bergantung pada kendaraan.
Karena itu, Kedewatan lebih cocok untuk wisatawan yang menyewa kendaraan, menggunakan jasa pengemudi, atau memang tidak keberatan menghabiskan waktu perjalanan.
8. Pilih Area Menginap Berdasarkan Gaya Liburan
Daripada hanya mencari kawasan yang dianggap paling bagus, lebih baik tentukan terlebih dahulu seperti apa gaya perjalanan Anda.
- Pertama kali: pusat Ubud, Jalan Bisma, atau sekitar Monkey Forest dapat menjadi pilihan praktis.
- Ingin mudah mencari restoran dan kafe: pusat Ubud dan kawasan Jalan Hanoman dapat dipertimbangkan.
- Ingin berjalan kaki: pilih penginapan yang benar-benar berada dekat pusat aktivitas, bukan hanya hotel yang menggunakan nama “Ubud” tetapi sebenarnya cukup jauh dari pusat.
- Mencari ketenangan: Penestanan, Sayan, Kedewatan, atau kawasan pinggiran lebih menarik.
- Ingin pemandangan sawah: pertimbangkan Tegalalang atau kawasan hijau di sekitar.
- Jika sedang honeymoon: vila atau resort di Sayan, Kedewatan, dan kawasan hijau lainnya bisa memberikan suasana lebih privat.
- Membawa keluarga: pilih hotel dengan akses mobil yang mudah, fasilitas lengkap, dan tidak terlalu jauh dari restoran serta fasilitas umum.
- Membawa orang tua: akses menuju hotel harus menjadi perhatian utama. Jalan yang terlalu sempit, tangga, atau lokasi yang jauh dari kendaraan dapat menyulitkan.
9. Pusat Ubud atau Pinggiran, Mana yang Lebih Baik?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua wisatawan.
Menginap di pusat lebih cocok jika Anda mengutamakan kepraktisan. Anda dapat dengan mudah mencari makanan, berbelanja, menikmati suasana malam, atau menuju berbagai tempat tanpa perjalanan terlalu jauh.
Sementara itu, menginap di pinggiran lebih cocok jika Anda mengutamakan ketenangan dan suasana alam.
Secara sederhana:
- Pusat Ubud:
Praktis untuk wisatawan pertama kali.
Banyak restoran dan kafe.
Lebih mudah mencari kebutuhan sehari-hari.
Cocok bagi yang suka berjalan kaki.
Suasana cenderung lebih ramai. - Pinggiran Ubud:
Lebih tenang.
Banyak pilihan vila dan resort.
Pemandangan alam lebih mudah ditemukan.
Cocok untuk relaksasi.
Membutuhkan kendaraan untuk aktivitas tertentu.
Jadi, jangan beranggapan bahwa hotel di kawasan pusat selalu lebih baik. Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan Anda.

10. Perhatikan Transportasi Sebelum Booking Hotel
Kesalahan yang cukup sering dilakukan wisatawan pertama kali adalah hanya melihat harga kamar tanpa memperhatikan akses.
Sebelum memesan, buka lokasi hotel pada peta dan perhatikan jalan menuju penginapan. Apakah mobil bisa masuk? Apakah tersedia tempat parkir? Apakah hotel berada di jalan utama atau harus melewati jalan kecil?
Hal ini penting terutama jika Anda membawa koper, bepergian bersama keluarga, atau menyewa kendaraan.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi banyak tempat di sekitar Ubud, menggunakan sewa mobil dengan pengemudi juga dapat menjadi pilihan praktis. Dengan begitu, lokasi hotel yang sedikit lebih jauh dari pusat tidak selalu menjadi masalah.
Sebaliknya, jika Anda tidak menggunakan kendaraan, sebaiknya pilih penginapan yang dekat dengan restoran, toko, dan tempat yang ingin dikunjungi.
11. Jangan Hanya Memilih Hotel Berdasarkan Harga
Harga murah memang menarik, tetapi jangan lupa menghitung biaya dan waktu transportasi.
Misalnya, penginapan yang harganya lebih murah tetapi lokasinya jauh mungkin membuat Anda harus mengeluarkan biaya kendaraan setiap kali ingin pergi ke pusat Ubud. Jika dilakukan beberapa kali dalam sehari, selisih harga kamar bisa menjadi tidak terlalu berarti.
Selain harga, perhatikan juga:
- Jarak hotel dari pusat Ubud.
- Akses kendaraan.
- Kondisi jalan.
- Ketersediaan parkir.
- Jarak ke restoran.
- Fasilitas hotel.
- Review terbaru.
- Suasana sekitar pada malam hari.
- Apakah lokasi mudah ditemukan.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, keputusan memilih penginapan akan menjadi lebih rasional.
12. Cek Lokasi Hotel Secara Detail Sebelum Booking
Nama “Ubud” pada sebuah hotel belum tentu berarti hotel tersebut berada di kawasan sentral. Beberapa penginapan menggunakan nama Ubud karena masih berada dalam wilayah yang secara umum dikenal sebagai kawasan pariwisata ini, meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat.
Karena itu, jangan hanya membaca nama hotel. Periksa lokasi sebenarnya melalui peta.
Perhatikan juga apakah jalan menuju penginapan dapat dilewati mobil. Ada beberapa akomodasi yang berada di lingkungan yang hanya nyaman dijangkau dengan berjalan kaki atau kendaraan berukuran kecil.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, hal sederhana seperti ini dapat membuat perbedaan besar terhadap kenyamanan.
13. Jadi, Pertama Kali ke Ubud Sebaiknya Menginap di Area Mana?
Jika harus memberikan pilihan berdasarkan kebutuhan, kawasan pusat menjadi pilihan yang paling praktis bagi wisatawan yang pertama kali ke Ubud. Terutama jika Anda ingin mudah mencari makanan, berjalan-jalan, menikmati suasana malam, dan tidak ingin terlalu bergantung pada kendaraan.
Kawasan Monkey Forest dan Jalan Bisma juga bisa dipertimbangkan jika ingin tetap dekat dengan pusat tetapi mencari suasana yang sedikit berbeda.
Sementara itu, Penestanan cocok bagi wisatawan yang menginginkan suasana santai. Sayan dan Kedewatan lebih sesuai bagi mereka yang mengutamakan ketenangan dan pengalaman menginap di lingkungan hijau. Sedangkan Tegalalang menarik bagi wisatawan yang lebih mengejar pemandangan alam dan suasana pedesaan.
Pada akhirnya, tidak ada satu area yang bisa disebut paling tepat untuk semua orang. Lokasi terbaik adalah kawasan yang paling sesuai dengan rencana perjalanan Anda.
Jika sebagian besar agenda berada di pusat Ubud, jangan terlalu jauh memilih hotel. Namun jika tujuan utama adalah beristirahat, menikmati vila, dan merasakan suasana alam Bali, kawasan pinggiran justru dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih tenang.
Karena itu, sebelum menentukan hotel, tentukan terlebih dahulu apa yang paling penting bagi perjalanan Anda: akses, suasana, harga, atau ketenangan. Setelah itu barulah pilih area menginap yang sesuai. Dengan cara tersebut, perjalanan pertama ke Ubud akan terasa lebih nyaman dan Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan hanya karena salah memilih lokasi penginapan.