Paket Harga Wisata Diving di Amed

Bagi para pecinta petualangan bawah laut, kawasan Amed di Kabupaten Karangasem menawarkan pesona yang berbeda. Terletak di pesisir timur Pulau Bali, Amed menjadi surga bagi penyelam dari seluruh dunia yang ingin menikmati keindahan terumbu karang, bangkai kapal, dan kehidupan laut yang masih alami. Tidak hanya sekadar tempat untuk menyelam, kawasan ini juga menghadirkan suasana pedesaan yang tenang, cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari hiruk-pikuk kawasan selatan Bali.

Terdapat banyak paket harga wisata diving di tawarkan di internet baik itu di blog wisata ataupun media sosial, dan kami salah satunya akan melengkapi informasi tersebut.  Dalam beberapa tahun terakhir, menyelam di Amed menjadi pilihan rekreasi yang semakin populer berkat air lautnya yang jernih serta kondisi terumbu karang yang terjaga. Banyak operator tour dan penyedia sewa alat diving yang siap membantu wisatawan, baik pemula maupun penyelam profesional.

Selain itu, lokasinya yang berdekatan dengan Tulamben, rumah bagi bangkai kapal legendaris USAT Liberty, membuat kawasan ini menjadi salah satu spot diving paling diminati di Asia Tenggara. Banyak wisatawan yang bahkan mengatur tour gabungan Amed dan Tulamben di Karangasem, untuk menikmati dua pengalaman menyelam terbaik dalam satu perjalanan di kawasan Bali Timur.

Bagi yang ingin menikmati liburan lebih nyaman, tersedia banyak pilihan sewa mobil di Bali yang bisa digunakan untuk menuju Amed dari Denpasar, Kuta, atau Ubud. Perjalanan darat dari Denpasar memakan waktu sekitar 2,5 jam, melewati pemandangan indah perbukitan dan pesisir timur Bali. Di sepanjang jalan, Anda juga bisa mampir di beberapa tempat wisata menarik seperti Tirta Gangga, Pura Lempuyang, atau Pantai Jemeluk yang terkenal dengan panorama sunrise.

Tak hanya menawarkan pesona bawah laut, Amed juga menyuguhkan suasana pantai yang tenang dengan deretan perahu nelayan tradisional, restoran seafood, hingga penginapan bernuansa tropis. Semua itu menjadikannya bukan hanya tempat untuk diving, tetapi juga lokasi ideal untuk liburan santai dan eksplorasi alam Bali Timur.

Dengan fasilitas yang terus berkembang dan keramahan masyarakat lokal, Amed kini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari pengalaman menyelam yang autentik sekaligus menenangkan.

Wisata Diving di Amed

Spot atau tempat terbaik untuk Diving di Amed

Amed menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, budaya lokal, dan kekayaan ekosistem laut yang memukau. Air lautnya yang jernih dengan visibilitas mencapai 20–30 meter membuat pengalaman menyelam terasa begitu nyata dan mengesankan. Di bawah permukaannya, para penyelam akan menemukan berbagai terumbu karang warna-warni, ikan tropis, penyu, hingga bangkai kapal legendaris yang kini menjadi rumah bagi ribuan biota laut, menjadi tempat sempurna untuk menikmati keindahan karang dan biota laut alami.

Tidak hanya bagi penyelam profesional, Amed juga sangat ramah untuk pemula. Banyak pusat diving dan instruktur bersertifikat internasional yang siap memandu pengunjung melakukan pelatihan dasar maupun tur selam (diving tour). Selain itu, suasana desa yang damai, pantai berbatu hitam vulkanik, dan pemandangan Gunung Agung yang menjulang di kejauhan menjadikan Amed tempat sempurna untuk berlibur sambil menikmati petualangan bawah laut.

baca juga; harga sewa guide mendaki ke Gunung Agung di Bali

Dan berikut kami kemas informasinya, satu per satu tempat atau spot diving terbaik di Amed, mulai dari lokasi yang cocok untuk pemula hingga spot menantang bagi penyelam berpengalaman. Setiap titik memiliki pesonanya sendiri, mulai dari bangkai kapal bersejarah, taman karang alami, hingga kehidupan laut yang begitu beragam. Sehingga akan menjadi wisata menyelam yang seru seru dan menyenangkan.

1. Jemeluk Bay – Surga Karang dan Spot Favorit Fotografer Bawah Laut

Jemeluk Bay adalah spot diving paling terkenal di Amed, sekaligus yang paling mudah dijangkau dari tepi pantai. Teluk ini memiliki air yang jernih, jarak pandang mencapai 20 meter, serta hamparan karang warna-warni yang masih sangat sehat. Bagi penyelam pemula, Jemeluk Bay adalah tempat sempurna untuk berlatih karena arusnya relatif tenang dan kedalamannya hanya berkisar antara 5 hingga 25 meter.

Salah satu daya tarik utamanya adalah “Underwater Gallery”, sebuah taman bawah laut yang menampilkan patung-patung manusia, dewa laut, dan miniatur pura yang ditumbuhi karang alami. Banyak fotografer bawah laut datang ke sini untuk menangkap keindahan patung-patung yang berpadu dengan ikan tropis.

Di sore hari, pantai Jemeluk juga menawarkan pemandangan sunset spektakuler dengan latar Gunung Agung yang menjulang megah di kejauhan, menjadikannya tempat yang indah untuk bersantai setelah sesi diving.

2. Amed Wall – Tembok Karang yang Menawan

Sedikit lebih ke arah timur dari Jemeluk, terdapat spot Amed Wall yang dikenal dengan dinding karang curam memanjang hingga kedalaman sekitar 35 meter. Di sini, penyelam bisa menemukan beragam biota laut seperti lionfish, moray eel, nudibranch, hingga penyu yang kerap melintas di perairan dangkal.

Amed Wall juga merupakan surga bagi pecinta makro karena banyak ditemukan hewan laut kecil yang langka, seperti pygmy seahorse dan ghost pipefish. Kondisi airnya jernih hampir sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata sekitar 28°C. Bagi penyelam berpengalaman, menyusuri dinding karang ini memberikan sensasi seperti melayang di antara tebing bawah laut yang penuh warna dan kehidupan.

3. Bunutan Reef – Habitat Ikan Besar dan Sekolah Barracuda

Spot diving Bunutan Reef terletak sekitar 10 menit dari pusat Amed, dan menjadi favorit bagi penyelam tingkat menengah hingga mahir. Di sinilah Anda bisa menemukan arus yang cukup kuat, menjadikannya lokasi ideal untuk drift dive (menyelam mengikuti arus).

Bunutan Reef terkenal karena sering menjadi tempat berkumpulnya ikan besar seperti trevally, sweetlips, jackfish, hingga sekolah barracuda yang berenang dalam formasi indah. Terumbu karang di sini tumbuh subur, dengan banyak anemon dan sponge raksasa yang menjadi rumah bagi ikan badut.

Pemandangan paling menakjubkan biasanya terjadi di kedalaman sekitar 25 meter, ketika sinar matahari menembus permukaan dan menciptakan pemandangan bawah laut yang dramatis.

4. Japanese Shipwreck – Bangkai Kapal Dangkal yang Legendaris

Salah satu daya tarik paling unik di Amed adalah Japanese Shipwreck, bangkai kapal kecil peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi rumah bagi ratusan spesies laut. Terletak di Desa Banyuning, spot ini bisa diakses langsung dari pantai dan sangat cocok untuk snorkeling maupun diving.

Kapal ini berada di kedalaman sekitar 5 hingga 12 meter, sehingga ideal bagi penyelam pemula. Di sekeliling kapal, tumbuh karang lunak dan sponge besar yang menarik perhatian.

Saat menyelam, Anda akan menemukan ikan kerapu besar, nudibranch, hingga penyu yang sesekali lewat. Karena letaknya yang dekat dengan pantai, banyak wisatawan yang memilih spot ini sebagai tempat penyelaman pertama mereka di Amed sebelum menjelajah ke lokasi yang lebih dalam.

5. Lipah Bay – Spot Ramah Pemula dengan Keanekaragaman Hayati Tinggi

Lipah Bay dikenal sebagai spot diving yang ramah pemula namun tetap menawarkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Airnya tenang, jarak pandang luas, dan terdapat banyak karang keras (hard coral) serta karang lunak (soft coral) dengan warna mencolok.

Salah satu hal menarik di Lipah Bay adalah keberadaan mini wreck, bangkai kapal kecil yang menjadi habitat bagi ikan karang dan biota laut lainnya. Anda juga bisa menjumpai blue spotted stingray, napoleon wrasse, hingga lobster bersembunyi di sela karang.

Lipah Bay juga populer di kalangan wisatawan yang mengikuti tour diving harian karena lokasinya strategis dan mudah diakses. Setelah menyelam, Anda bisa bersantai di pantai Lipah yang memiliki suasana damai dan panorama perahu nelayan yang berjejer rapi di tepi pantai.

6. Gili Selang – Petualangan Menyelam untuk Profesional

Bagi penyelam berpengalaman yang mencari tantangan lebih, Gili Selang di ujung timur Amed adalah pilihan terbaik. Arus di perairan ini tergolong kuat dan tidak menentu, namun justru menghadirkan pengalaman diving yang luar biasa.

Di sini, penyelam berkesempatan melihat hiu karang, ikan pari manta, tuna besar, dan Napoleon fish. Selain itu, terumbu karang di Gili Selang masih sangat alami dan menjadi rumah bagi berbagai spesies langka yang jarang ditemui di tempat lain.

Namun, karena karakter arusnya yang kompleks, penyelaman di Gili Selang sebaiknya dilakukan dengan pemandu profesional yang sudah memahami kondisi setempat. Lokasi ini sering direkomendasikan sebagai “hidden gem” bagi mereka yang ingin menjelajahi sisi liar Bali Timur.

baca juga; tempat menyelam atau spot diving terbaik di Gili Trawangan

Alasan Kenapa Amed Menjadi Tempat Diving Terbaik di Bali

Bali memiliki banyak spot menyelam kelas dunia, seperti Tulamben, Padang Bai, hingga Nusa Penida. Namun, Amed menempati posisi istimewa di hati para penyelam, baik pemula maupun profesional. Kawasan di pesisir timur Pulau Bali ini tidak hanya menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa, tetapi juga suasana tenang, harga terjangkau, dan akses yang mudah. Berikut beberapa alasan kuat kenapa Amed disebut sebagai tempat diving terbaik di Bali:

  1. Kejernihan Air dan Kondisi Laut yang Stabil
    Salah satu keunggulan utama Amed adalah kejernihan air lautnya. Jarak pandang bisa mencapai 20 hingga 30 meter pada musim terbaik, terutama antara bulan April hingga Oktober. Kondisi lautnya pun relatif tenang, menjadikanya cocok untuk semua level penyelam. Suhu air yang hangat sekitar 27–29°C membuat pengalaman menyelam terasa nyaman bahkan bagi pemula.
  2. Terumbu Karang Masih Alami dan Terjaga
    Amed dikenal sebagai salah satu lokasi dengan ekosistem karang terbaik di Bali Timur. Banyak spot seperti Jemeluk Bay dan Lipah Bay memiliki karang keras dan lunak yang tumbuh subur dan penuh warna. Karang-karang ini menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan tropis, bintang laut, hingga nudibranch langka. Warga lokal juga menjaga kebersihan laut dengan serius, sehingga kondisi bawah air tetap alami dan minim polusi.
  3. Banyak Pilihan Spot Diving untuk Semua Level
    Keunggulan lain Amed adalah variasi spot diving yang sangat beragam—mulai dari lokasi dangkal untuk pemula hingga area berarus kuat bagi penyelam profesional. Spot seperti Japanese Shipwreck cocok untuk pemula, sementara Bunutan Reef dan Gili Selang menawarkan tantangan lebih. Bahkan beberapa spot seperti Jemeluk Bay bisa dinikmati dengan snorkeling, menjadikannya ramah bagi semua kalangan.
  4. Dekat dengan Tulamben – Spot Legendaris Kapal USAT Liberty
    Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 20 menit dari Tulamben membuat banyak wisatawan menggabungkan kedua destinasi ini dalam satu perjalanan diving. Tulamben terkenal dengan bangkai kapal USAT Liberty, salah satu situs selam paling ikonik di dunia. Kombinasi Amed dan Tulamben memberi pengalaman lengkap: dari diving karang alami hingga menyelam di sekitar bangkai kapal bersejarah.
  5. Akses Mudah dengan Sewa Mobil dan Paket Tour
    Meski berada di wilayah timur Bali, Amed mudah dijangkau dari Denpasar, Ubud, atau Kuta. Banyak wisatawan memilih sewa mobil atau paket tour diving harian karena rutenya nyaman dan melewati jalur wisata seperti Tirta Gangga dan Pura Lempuyang. Selain itu, infrastruktur di Amed sudah cukup baik — banyak dive center, penginapan tepi pantai, serta restoran yang siap melayani wisatawan internasional.
  6. Suasana Tenang, Ideal untuk Liburan Relaksasi
    Berbeda dengan kawasan selatan Bali yang ramai, kawasan ini justru menawarkan suasana desa nelayan yang damai dan otentik. Di sini, wisatawan bisa menikmati sunrise di pantai Jemeluk, bersantai di kafe pinggir laut, atau berjalan-jalan di antara perahu tradisional jukung yang berjejer rapi. Banyak wisatawan yang datang bukan hanya untuk diving, tetapi juga untuk liburan tenang jauh dari keramaian.
  7. Pusat Pelatihan Diving Internasional
    Kawasan pariwisata ini kini menjadi salah satu pusat pelatihan diving bersertifikat PADI di Bali. Banyak sekolah selam menawarkan kursus lengkap, dari Open Water Diver hingga Dive Master. Dengan kondisi laut yang ideal dan instruktur profesional, Amed menjadi tempat favorit bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan sebagai penyelam bersertifikat.

Dengan kombinasi keindahan alam bawah laut, variasi spot menarik, suasana tenang, dan akses mudah ke Tulamben, Amed layak disebut sebagai destinasi diving terbaik di Bali. Baik Anda seorang penyelam pemula yang ingin belajar, atau penyelam berpengalaman yang mencari petualangan baru, Amed menawarkan pengalaman tak terlupakan yang memadukan keindahan laut, budaya lokal, dan ketenangan khas Bali Timur.

lanjut baca; Paket Amed Tour: Kunjungan ke objek wisata Bali Timur

Harga Paket Wisata Diving di Amed

Selain terkenal karena keindahan bawah lautnya, juga menjadi destinasi favorit karena menawarkan harga diving yang relatif terjangkau dibandingkan spot-spot populer lain di Bali seperti Nusa Penida atau Padang Bai. Dengan pilihan paket yang fleksibel, mulai dari fun dive, kursus sertifikasi, hingga paket tour gabungan ke Tulamben, wisatawan bisa menyesuaikan pengalaman menyelam sesuai tingkat kemampuan dan anggaran.

  • Fun Dive (1x penyelaman): Termasuk peralatan lengkap dan pemandu Rp 900.000/orang
  • 2x Fun Dive (Half Day Trip): Dua kali penyelaman di spot berbeda Rp 1.700.000/orang
  • Night Dive (Menyelam malam): Durasi 1 jam, pemandu profesional Rp Rp 1.200.000/orang
  • Kursus PADI Open Water 3–4 hari: sertifikasi internasional Rp 7.000.000/orang
  • Refresher Course: Penyelam bersertifikat yang lama tidak menyelam Rp 1.100.000/orang

Syarat dan Ketentuan Harga Paket Menyelam di Amed

  • Harga paket diving berlaku untuk WNA atau WNI, minimal 2 peserta
  • Sudah termasuk: sewa peralatan selam lengkap (masker, wetsuit, tabung, BCD, regulator, dan fin).
  • Belum termasuk: transportasi dari luar Amed, asuransi perjalanan, dan biaya dokumentasi foto/video (opsional).
  • Harga dapat berubah tergantung musim liburan, kondisi cuaca, serta kurs mata uang bagi wisatawan asing.
  • Peserta wajib menunjukkan sertifikat diving (minimal Open Water Diver) untuk paket fun dive di laut dalam.
  • Bagi peserta tanpa sertifikat, wajib mengikuti program Discover Scuba Diving dengan instruktur berlisensi.
  • Pembatalan yang dilakukan kurang dari 24 jam sebelum jadwal penyelaman akan dikenakan biaya pembatalan 50%.
  • Dilarang melakukan penerbangan dalam 24 jam setelah diving untuk mencegah risiko dekompresi.
  • Semua kegiatan diving dilakukan di bawah pengawasan instruktur bersertifikat PADI/SSI.
  • Operator berhak membatalkan kegiatan jika kondisi laut tidak aman, dan jadwal akan dijadwalkan ulang atau diganti spot lain.

Sarana transportasi menuju ke Amed

Meskipun terletak di ujung timur Pulau Bali, Amed memiliki akses transportasi yang cukup mudah dan nyaman. Jaraknya sekitar 85 kilometer dari Denpasar, atau sekitar 2,5–3 jam perjalanan darat. Wisatawan dapat memilih berbagai sarana transportasi sesuai kebutuhan dan gaya liburan, mulai dari sewa mobil pribadi hingga shuttle bus pariwisata. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Sewa Mobil di Bali (Dengan atau Tanpa Sopir)
    Pilihan paling populer bagi wisatawan adalah menggunakan layanan sewa mobil di Bali. Dengan menyewa mobil, Anda bisa menikmati perjalanan dengan lebih fleksibel dan berhenti di beberapa tempat wisata menarik di sepanjang rute, seperti Tirta Gangga, Pura Lempuyang, atau Pantai Virgin Karangasem. Keuntungan menggunakan mobil sewa adalah Anda bisa sekaligus menjelajahi Tulamben, yang hanya berjarak sekitar 20 menit dari Amed, sangat ideal untuk paket tour diving harian.
  2. Sepeda Motor (Pilihan Ekonomis untuk Backpacker)
    Bagi penyuka petualangan, menyewa sepeda motor bisa menjadi opsi menarik. Harga sewanya cukup murah, sekitar Rp100.000 – Rp150.000 per hari, tergantung jenis motor. Jalur menuju Amed cukup menantang dengan beberapa tanjakan dan kelokan, namun pemandangannya sangat indah — terutama saat melewati wilayah Abang dan Seraya.
    Pastikan kamu memiliki SIM internasional, mengenakan helm, dan tidak berkendara malam hari karena penerangan jalan di beberapa titik masih terbatas.
  3. Taksi dan Transportasi Online
    Beberapa layanan seperti Grab dan Gojek sudah menjangkau wilayah timur Bali, namun jumlah armadanya masih terbatas, terutama di malam hari. Alternatifnya, bisa menggunakan taksi konvensional atau jasa transfer hotel. Opsi ini cocok untuk wisatawan yang ingin perjalanan langsung tanpa perlu repot berpindah kendaraan, dan untuk keperluan drop dilokasi saja.
  4. Paket Tour Lengkap ke Amed dan Tulamben
    Jika kamu ingin liburan tanpa repot mengatur transportasi, tersedia banyak paket tour ke Amed yang sudah mencakup antar-jemput, pemandu wisata, serta aktivitas seperti diving atau snorkeling. Paket seperti ini banyak ditawarkan oleh agen wisata di Kuta, Sanur, dan Ubud, dengan harga bervariasi, tergantung aktivitas dan fasilitasnya.

lanjut baca; Sewa Mobil dengan Supir di Amed

Tips Perjalanan Menuju Amed
  • Waktu terbaik berangkat adalah pagi hari (sekitar pukul 07.00–08.00) agar bisa menikmati perjalanan tanpa terjebak macet di wilayah Denpasar atau bahkan di jalur timur.
  • Isi penuh bahan bakar sebelum berangkat, karena SPBU di daerah pesisir timur cukup jarang.
  • Siapkan uang tunai, karena di beberapa area Amed belum tersedia banyak mesin ATM.
  • Jika datang untuk diving, pastikan kendaraan memiliki ruang cukup untuk menyimpan peralatan selam dengan aman.

Dengan berbagai pilihan transportasi yang tersedia, perjalanan menuju Amed bukan sekadar perjalanan biasa, tapi juga bagian dari pengalaman menikmati pesona Bali Timur yang indah dan autentik. Mulai dari jalur berliku di perbukitan hingga panorama laut biru yang memanjakan mata, setiap kilometer menuju Amed akan memberi kesan tersendiri dalam petualangan liburan Anda.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
URL has been copied successfully!
Scroll to Top