Taman Ujung Karangasem; Sejarah, Daya Tarik Wisata, Harga Tiket Masuk

Liburan di pulau Dewata Bali, banyak tempat menarik yang bisa anda kunjungi untuk melengkapi itinerary tour anda. Bali tidak hanya menawarkan keindahan objek wisata alam pantai, sawah terasering ataupun alam pedesaan yang tenang, tetapi juga berbagai peninggalan sejarah masa lalu menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Dan salah tempat wisata sejarah yang sekarang populer menjadi tujuan tour di Bali adalah Taman Sukasada yang letaknya di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Karena letak taman ini di Banjar Ujung, maka sering hanya disebut dengan Taman Ujung.

Objek wisata Taman Ujung menjadi salah satu peninggalan sejarah di Karangasem yang dikelola dengan baik, taman-taman yang tertata rapi dan peninggalan bangunan masa lalu yang terjaga dengan baik menjadi saya tarik sendiri bagi wisatawan.

baca juga; objek wisata populer di Bali

Jika anda ada agenda tour berkunjung ke Taman Ujung Karangasen, biasanya akan dikemas juga dengan mengunjungi sejumlah objek wisata lainnya yang terletak searah dan berdekatan sekitarnya, seperti Taman Air Tirta Gangga yang juga peninggalan sejarah kerajaan, Virgin Beach, Pura Lempuyang dan Desa tua Tenganan.

Dan untuk mengetahui lebih detail mengenai dari Taman Ujung ini sebagai panduan liburan, maka dalam halaman ini akan dikemas informasi sejarah, daya tarik wisata yang ditawarkan, harga tiket masuk terbaru yang berlaku saat ini dan tempat populer terdekat di sekitarnya yang bisa anda kunjungi dalam rangkaian perjalanan tour sehari penuh.

Spot foto di objek wisata Taman Ujung

foto: https://www.instagram.com/tamansoekasadaujung/

Sejarah Taman Sukasada Ujung

Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1909 dan selesai pada tahun 1921. Pembangunan taman ini dipimpin oleh Raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem atau I Gusti Bagus Jelantikdengan bantuan seorang arsitek dari Belanda dan seorang arsitek dari Tiongkok.

Pada tahun 1901 taman ini awalnya dikenal sebagai Kolam Dirah, yang berarti kolam pembuangan untuk orang-orang yang menguasai ilmu hitam. Kemudian Pada tahun 1909, Kolam Dirah ini mulai dibangun dengan tujuan fungsi lain.

Raja Karangasem meminta bantuan arsitek Belanda, Van Den Hentz, dan arsitek Tiongkok, Loto Ang, untuk mengembangkan Kolam Dirah menjadi tempat peristirahatan raja. Pembangunan taman juga dibantu oleh arsitek Bali dari Kerajaan Karangasem.

Desain arsitektur Taman Ujung mencerminkan kombinasi gaya Eropa dan Bali. Terdapat kolam besar, jembatan, serta paviliun yang semuanya dihiasi dengan patung dan ornamen khas Bali.

Dan pembangunan taman tersebut selesai di tahun 1921, diresmikan di tahun 1937 dan digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan serta untuk menerima tamu penting dan mengadakan upacara kerajaan. Selain itu, taman ini juga menjadi tempat raja menikmati pemandangan indah sekitar Karangasem.

Taman Ujung di Karangasem Bali

Taman ini mengalami kerusakan parah akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963 dan gempa bumi pada tahun 1976. Namun, restorasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintah dan komunitas setempat untuk mengembalikan kejayaan taman ini.

Kemudian pada tahun 2000, pemerintah kabupaten Karangasem melakukan pemugaran lagi, setelah lama dibiarkan pasca Gunung Agung meletus tanpa mengubah bentuk asli dari Taman Ujung Sukasada. Luas dari Taman Sukasada Ujung ini sekitar 10 hektar.

Taman Ujung juga sering disebut sebagai “Water Palace” karena keindahan kolam dan air yang menjadi elemen utama dalam desain tamannya. Tempat ini menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lalu Kerajaan Karangasem dan merupakan bagian penting dari warisan budaya Bali.

Saat ini, Taman Ujung merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Bali. Wisatawan dapat menikmati pemandangan indah, belajar tentang sejarah taman, dan mengagumi keindahan arsitektur serta lanskapnya.

Daya tarik Wisata Taman Ujung Karangasem

Taman ujung menawarkan daya tarik sendiri yang akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata ini. Salah satunya adalah arsitektur Taman Ujung menggabungkan elemen arsitektur Eropa dan Bali, yang terlihat dari bangunan-bangunan yang ada di taman ini. Terdapat paviliun, kolam, dan jembatan yang dirancang dengan detail yang indah.

Begitu juga hubungan dengan sejarah masa lalu kerajaan Karangasem, menjadi tempat wisata sejarah yang menambah pengetahuan pengunjung akan nilai historis tempat ini, merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Karangasem yang dulunya sebagai tempat peristirahatan dan untuk menyambut tamu-tamu penting

Taman ini menawarkan pemandangan yang spektakuler, dengan latar belakang Laut Lombok di satu sisi dan Gunung Agung di sisi lainnya. Pengunjung bisa menikmati pemandangan indah ini dari berbagai sudut taman.

baca juga; objek wisata populer di Lombok

Taman Ujung memiliki taman yang luas dengan pepohonan hijau, bunga-bunga yang berwarna-warni, dan jalan setapak yang tertata rapi. Tempat ini cocok untuk berjalan-jalan santai dan menikmati suasana alam.

Di taman ini terdapat sekitar 100 anak tangga menuju bangunan pilar tanpa atap. Dari sini, anda akan bisa menyaksikan pemandangan menawan dan luar biasa. Pada bagian tenggara, akan disuguhi lautan biru dan Pantai Ujung. Di bagian timur, bisa menikmati keindahan arsitektur taman, serta Bukit Bisbis yang hijau di atasnya.

Pilar tanpa atas ini merupakan puing bangunan yang dibiarkan begitu saja, namun demikian pilar-piar tersebut menjadi tempat fotogenik, tidak jarang mereka yang suka wisata foto atau yang sedang foto preweding memanfaatkan tempat ini sebagai spot foto yang unik, sehingga menjadi salah satu spot ikonik di objek wisata ini.

Anak tangga dan pilar tanpa atap di Taman Ujung

Taman Ujung Sukasada memiliki tiga kolam besar yang tersebar di satu area. Dua buah kolam berada di bagian utara dan satunya lagi di sebelah Selatan. Di tengah kolam selatan terdapat bangunan yang disebut Bale Bengong, yang tidak memiliki dinding.

Kolam di utara lebih luas dari kolam selatan dan dihubungkan oleh sebuah jembatan. Di tengah kolam utara terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja, dan dikenal oleh masyarakat setempat sebagai istana gantung.

Arsitektur istana peristirahatan Raja Karangasem unik karena menggabungkan gaya Eropa abad pertengahan dengan arsitektur Bali. Ciri khas arsitektur Eropa terlihat dari kaca berwarna-warni pada dinding bangunan, mirip dengan desain gereja-gereja Eropa.

Dari jendela kamar peristirahatan raja, Anda bisa melihat kolam dengan bunga lotus berwarna putih dan merah. Banyak spot menarik yang ditawarkan di sini, sangat ideal untuk bersantai, keliling menyaksikan keindahan taman dan juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya Karangasem serta arsitektur tradisional Bali.

Taman Ujung sangat populer sebagai lokasi foto, baik untuk fotografer profesional maupun wisatawan. Beberapa spot foto yang terkenal adalah jembatan yang melintasi kolam, paviliun yang berada di tengah kolam, pilar tanpa atap dan tangga-tangga yang menuju ke bagian puncak taman.

lanjut baca; tempat wisata foto instagramable di Bali

Waktu terbaik untuk menikmati aktivitas wisata di objek wisata Taman Ujung Karangasem ini disarankan datang pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas matahari yang terik dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk fotografi.

Harga tiket masuk ke Taman Sukasada Ujung

Berikut harga tiket masuk ke Taman Ujung

  • Domestik (WNI): Rp 25.000/anak dan Rp 35.000/dewasa
  • Internasional (WNI): Rp 75.000/anak dan Rp 100.000/dewasa
  • Pemegang KITAS: Rp 75.000/orang
  • KTP Bali/Pelajar: Rp 25.000/orang
  • Foto Prewedding WNI: Rp 1.100.000
  • Foto Prewedding WNA: Rp 2.200.000

Untuk jam buka Taman Sukasada Ujung; pukul 07:00 – 19:00 WITA, untuk akses ke lokasi cek di google maps.

lanjut baca; harga tiket masuk terbaru ke objek wisata di Bali

Objek wisata terdekat dari Taman Sukasada Ujung

Berikut sejumlah tempat wisata populer yang berdekatan dan serah perjalanan tour dengan Taman Sukasada Ujung yang berada di wilayah Karagasem. kawasan pariwisata Bali Timur.

  • Pura Penataran Agung Lempuyang

    Pura ini berada satu lokasi dengan Pura Lempuyang Luhur merupakan salah satu pura Hindu tertua dan paling dihormati di Bali. Terletak di bagian timur Bali. Salah satu daya tarik utamanya adalah Gerbang Surga, yang menawarkan pemandangan spektakuler Gunung Agung. Pengunjung tour datang untuk wisata foto di gerbang ini dan menikmati keindahan alam serta suasana spiritual. Jarak dari Taman Ujung sekitar sekitar 15 km.

  • Puri Karangasem

    Puri Karangasem adalah sebuah istana bersejarah yang terletak di Amlapura, ibu kota Kabupaten Karangasem. Istana ini dibangun pada abad ke-19 dan merupakan kediaman keluarga kerajaan Karangasem. Kompleks istana ini mencakup beberapa bangunan dengan arsitektur khas Bali, taman-taman indah, dan kolam yang tenang. Puri Karangasem menawarkan wawasan tentang sejarah dan budaya kerajaan Bali.

  • Virgin Beach

    Objek wisata di desa Bugbug ini juga dikenal sebagai Pantai Perasi, adalah sebuah pantai tersembunyi yang terletak di Karangasem, Bali Timur. Pantai Virgin menawarkan pasir putih yang lembut, air laut jernih, dan juga suasana yang tenang. Virgin Beach adalah tempat yang ideal untuk berenang, rekreasi snorkeling, atau sekadar bersantai di bawah matahari. Akses ke pantai ini agak menantang, namun pemandangan yang menakjubkan membuat usaha tersebut sepadan.

  • Tirta Gangga

    Sebuah taman air yang indah yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Taman ini dibangun pada tahun 1946 oleh Raja Karangasem dan dikenal dengan kolam-kolamnya yang tenang, patung-patung cantik, dan air mancur yang mengalir dari mata air alami. Pengunjung dapat berjalan-jalan di taman, berenang di kolam renang, atau menikmati pemandangan sawah dan pegunungan di sekitarnya. Tirta Gangga adalah tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan dan sebagi spot foto yang populer.

  • Desa Tenganan

    Desa Tenganan adalah salah satu desa Bali Aga (desa asli Bali) yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Desa ini terkenal karena mempertahankan tradisi dan budaya Bali kuno. Beberapa hal menarik di Desa Tenganan adalah Tenun Geringsing yang dibuat dengan teknik ikat ganda, rumah-rumah tradisonal dengan arsitektur khas yang menggunakan bahan alami dan juga terdapat tradisi unik yang dikenal dengan perang Pandan atau Mekare-kare. Jarak dari Taman Ujung sekitar 17 km.

  • Candidasa

    Di kawasan ini terdapat sejumlah spot menarik untuk dinikmati, seperti terkenal dengan pantainya yang indah dan suasana yang tenang dan juga sebagai tempat untuk rekreasi snorkeling, kawasan ini berkembang sebagai kawasan pariwisata, yang mana anda bisa menemukan dengan mudah berbagai jenis akomodasi dan restoran. Di kawasan ini juga ada Sebuah laguna yang dihiasi bunga teratai, ideal untuk bersantai. Jarak tempuh dari Taman Ujung sekitar 13 km.

  • Maha Gangga Valley

    Tempat ini adalh objek wisata terbaru di Karangasem. Jarak dari Taman Ujung sekitar 13 km, Maha Gangga Valley menawarkan tempat wisata untuk bersantai menikmati pemandangan sawah, dan gunung, di sini juga terdapat banyak wahana untuk spot foto. Tidak hanya sebagai tempat wisata tetapi juga menawarkan tempat glamping untuk menginap. Maha Gangga Valley juga menawarkan kegiatan trekking, sehingga menambah aktivitas liburan wisatawan di sini.

lanjut baca; paket tour Pura Lempuyang – Taman Ujung

Demikian sejumlah objek wisata populer di sekitar Taman Ujung, yang lokasinya berdekatan dan searah perjalanan, sehingga anda bisa mengemas acara tour dengan mudah di kawasan ini.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
URL has been copied successfully!
Scroll to Top