Sinopsis tari Barong di Batubulan

Bali memiliki banyak tarian tradisional yang sering dipentaskan di pura yang bersifat sakral dan juga tari hiburan yang biasa dipentaskan untuk menghibur wisatawan ataupun para undangan yang hadir pada sebuah acara.

Dan salah satu jenis tari yang populer di Bali sebagai tari hiburan untuk wisatawan adalah tari Barong, tari jenis ini dipentaskan di sejumlah tempat di Bali seperti di GWK, Batubulan, kawasan pariwisata Ubud, Tanah Kilap dan Kesiman di Denpasar.

Seperti diketahui saat pementasan atau pertunjukan tari Bali ini, tarian dipentaskan tanpa menggunakan dialog, dan untuk itulah wisatawan yang ingin menyaksikan tari tersebut, akan diberikan selembar kertas yang berisi sinopsis atau alur cerita tari tersebut

Begitu juga halnya tari Barong yang dipentaskan di Batubulan, saat anda membeli tiket tari anda diberikan selembar kertas berisi sinopsis atau jalan cerita tarian tersebut, bahasa yang digunakan disesuaikan dari asal penonton.

baca juga; tempat pertunjukan tari Barong di Bali

Tentunya isi cerita yang dirangkum dalam sinopsis tersebut, sangat penting, agar anda mengetahui kisah yang ditampilkan dalam pementasan, adapun pertunjukan tari tersebut mulai dari pembukaan, pementasan babak demi babak yang menceritakan kisah perjalanan Sahadewa dan Dewi Kunti, pertempuran antara Barong dan Rangda, dan sampai pada akhir pertunjukan.

Tarian tradisional yang berasal dari Bali ini, menggambarkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Tari ini melibatkan karakter utama Barong, yang melambangkan kekuatan baik, dan Rangda, ratu dari ilmu hitam yang melambangkan kejahatan.

Tari tradisional ini bukan hanya hiburan tetapi juga memiliki makna spiritual dan religius yang mendalam bagi masyarakat Bali. Pertarungan antara Barong dan Rangda mencerminkan dualitas alam semesta dan pentingnya menjaga keseimbangan antara dua kekuatan yang berlawanan.

Sinopsis tari Barong di Batubulan

Sinopsis atau alur cerita tari Barong di Batubulan

Dalam halaman ini dirangkum sinopsis atau cerita singkat mengenai pementasan tersebut, mulai dari pembukaan sampai babak-demik babak pertunjukan, dan berikut cerita atau alurnya;

Pembukaan pertunjukan

Diiringi oleh gending atau nyanyian, diceritakan bahwa Barong dan seekor kera adalah dua sahabat yang berada di dalam hutan belantara yang lebat.

Kemudian, muncul tiga orang bertopeng yang digambarkan sedang membuat tuak di tengah hutan. Mereka juga kelihatan begitu marah dan membuat keributan karena anak mereka mati dimakan harimau di tengah hutan.

Ketika di tengah hutan merekapun bertemu dengan Barong dan kera. Melihat wujudnya yang seperti harimau, 3 orang bertopeng tersebutpun langsung menyerangnya. Dalam perkelahian tersebut, kera berhasil melukai hidung salah satu dari tiga orang bertopeng itu, dan akhirnya mereka melarikan diri.

Babak I

Sinopsis tari di babak pertama ini, menceritakan kemunculan para pengikut Rangda, yang diperankan atau ditarikan oleh 2 orang, pengikut Rangda ini sendiri sedang mencari pengikut Dewi Kunti (Ibu Panca Pandawa), namun dalam perjalanan tersebut mereka ketemu dengan mahapatih Dewi Kunti

Babak II

Dalam babak ini muncul para pengikut Dewi Kunti, kemudian salah pengikut Rangda merubah wujudnya menjadi makhluk seram, dengan kekuatan dan kesaktian mistisnya, mampu mempengaruhi para pengikut Dewi Kunti dengan kekuatan jahatnya.

Para Pengikut inipun termasuk juga  mahapatih yang merupakan abdi setia, berubah menjadi pemarah, setelah mendapat pengaruh kekuatan jahat Rangda, yang kemudian mereka bersama menghadap menuju ke Ibud Kunti

Babak III

Di antara lima bersaudara Pandawa, dalam sinopsis diceritakan bahwa Sahadewa sedang bersama Dewi Kunti. Dewi Kunti telah membuat janji dengan Rangda untuk menyerahkan Sahadewa kepadanya.

Meskipun hati seorang ibu tentunya tidak tega menyerahkan anaknya sebagai korban, kekuatan jahat Rangda telah menguasai pikiran Dewi Kunti, sehingga ia tetap berniat menyerahkan putranya. Sebagai anak yang berbakti, Sahadewa tidak berani melawan dan mematuhi semua perintah ibunya.

Akhirnya, Dewi Kunti menyerahkan Sahadewa kepada patihnya dan pengikut-pengikutnya yang sudah dipengaruhi oleh Rangda, untuk membawa Sahadewa dan mengikatnya di hadapan Rangda.

Babak IV

Dalam keadaan ini, Sahadewa tidak dapat melakukan apapun, terutama karena para abdi atau pengikutnya berada di bawah pengaruh Rangda. Pada saat itu, Dewa Siwa turun tangan dan memberikan keabadian serta kekuatan kepada Sahadewa tanpa diketahui oleh Rangda dan para pengikutnya.

Ketika Rangda datang untuk memakan tubuh Sahadewa, ia sangat terkejut karena tidak mampu melukainya sedikit pun. Hal ini terjadi berkat kekuatan dan keabadian yang telah dianugerahkan Dewa Siwa kepada Sahadewa.

Akhirnya, Rangda menyerah dan memohon untuk diselamatkan serta diampuni agar bisa masuk surga. Permintaan ini dikabulkan oleh Sahadewa, dan Rangda pun akhirnya bisa masuk surga.

Babak V

Ini adalah babak terakhir yang menampilkan pertarungan sengit antara Barong dan Rangda. Kejadian ini bermula ketika salah satu pengikut Rangda bernama Kalika mendekati Sahadewa untuk memohon ampunan dan keselamatan agar bisa masuk surga.

Sahadewa menolak permintaan tersebut, yang membuat Kalika marah. Dengan kekuatannya, Kalika berubah menjadi seekor babi hutan dan menyerang Sahadewa. Namun, Sahadewa berhasil mengalahkan babi tersebut, dan Kalika kemudian berubah menjadi seekor burung.

Sahadewa juga berhasil mengalahkan burung itu, sehingga Kalika berubah menjadi wujud terkuatnya, yaitu Rangda. Untuk menghadapi kekuatan ini, Sahadewa berubah menjadi Barong.

Kekuatan mereka seimbang dan sama-sama sakti, sehingga pertarungan tersebut menjadi abadi tanpa ada yang kalah atau menang. Bahkan, para pengikut yang mencoba membantu dengan menghunus keris tidak mampu mengalahkan kekuatan Rangda.

Tokoh Rangda pada tari Barong

Pertunjukan Tari Barong di Batubulan

Pertunjukan atau pementasan tari ini di Batubulan tersedia di sejumlah tempat, pementasan di mulai pukul 09.30 wita dengan durasi pertunjukan selama 1 jam. Untuk tiket tari bisa dibeli langsung di tempat pertunjukan, tetapi akan lebih baik dipesan lebih awal untuk memastikan ketersediaan, dan pemesanan online bisa lebih murah.

lanjut baca; harga tiket tari Barong di Batubulan

Walaupun anda sudah beli tiket, namun tidak bisa memilih tempat duduk, jika anda ingin memilih tempat strategis sesuai dengan keinginan, maka datanglah lebuh awal sebelum acara pementasan dimulai, dan pada akhir pementasan, akan diberikan kesempatan untuk foto bareng bersama barong dan para penari.

Dengan adanya sinopsis dalam selembar kertas yang dibagikan kepada penonton, maka penonton akan memahami alur cerita yang dimaksud, dan akan memberikan pengalaman wisata budaya yang uni dan menarik selama liburan di pulau Dewata.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
URL has been copied successfully!
Scroll to Top