Rumah Adat Suku Sasak di Desa Sade Lombok

Setelah menikmati pesona Pulau Dewata Bali, banyak wisatawan yang melanjutkan liburan ke Lombok sebagai destinasi berikutnya. Pulau ini menawarkan keindahan alam yang luar biasa, baik dari objek wisata alam maupun taman rekreasi buatan yang dapat melengkapi perjalanan tour dan aktivitas liburan Anda.

Jika Anda masih berada di Bali, transportasi laut seperti fast boat atau kapal cepat menjadi pilihan utama untuk menuju Lombok. Fast boat tersedia di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, serta Pelabuhan Sanur dan Serangan di Denpasar, bisa mengantar anda sampai pelabuhan Bangsal ataupun Senggigi Lombok

Sesampainya di Lombok, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang memukau, ditambah dengan kekayaan warisan budaya dan adat lokal yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah Desa Sade, yang terkenal dengan rumah adat tradisional Lombok dan dihuni oleh masyarakat Suku Sasak.

Mirip dengan Bali yang memiliki Desa Penglipuran, Trunyan, dan Tenganan dengan adat yang unik, berbeda dan budaya asli yang masih lestari, begitu juga dengan Desa Sade di Lombok menawarkan sesuatu yang unik,salah satunya adalah rumah tradisional di desa Sade ini.

baca juga; daya tarik wisata desa Penglipuran di Bali

Dalam halaman ini kami ajak Anda mengenal lebih dekat keberadaan objek wisata rumah adat tradisional suku Sasak di desa Sade Lombok yang sarat akan pesona budaya serta keindahan alam yang memikat, sehingga anda akan merasakan suasana liburan yang berbeda ketika berada di sini.

Desa Sade, yang terletak di wilayah Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu desa tradisional Sasak yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Desa ini terkenal dengan rumah adatnya yang khas dan tradisi yang masih dijaga dengan sangat baik oleh masyarakat setempat. Berbeda dengan desa-desa lainnya, Sade mempertahankan kehidupan yang lebih sederhana dan autentik, di mana penduduknya hidup dalam harmoni dengan alam dan budaya mereka.

Desa Adat Sade Lombok

Sebagai destinasi wisata, Desa Sade menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan yang ingin menyelami kehidupan asli masyarakat Sasak, dengan menyaksikan proses pembuatan tenun ikat tradisional, serta menikmati suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Desa ini tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya yang populer, tetapi juga menjadi jendela bagi para pengunjung untuk memahami kehidupan masyarakat Sasak yang harmonis dengan alam. Keramahan penduduk setempat serta berbagai aktivitas budaya yang dapat dinikmati membuat Desa Sade menjadi salah satu destinasi wajib bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kekayaan budaya Lombok.

Rumah Adat Tradisional Suku Sasak di Desa Sade

Seperti diketahui Desa di Lombok Tengah ini dikenal sebagai tempat tinggal suku Sasak, suku asli Pulau Lombok, yang masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat mereka secara turun-temurun.

Salah satu daya tarik utama Desa Sade adalah rumah adat tradisional suku Sasak, yang memiliki arsitektur unik dan sarat dengan nilai-nilai budaya. Dan berikut kami ulas secara lengkap tentang rumah adat tradisional suku Sasak di Desa Sade beserta keunikan-keunikannya.

1. Arsitektur Rumah Adat Suku Sasak

Rumah adat suku Sasak di Desa Sade disebut “Bale Tani” atau “Bale Jajar”. Dibangun dengan material alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti kayu, bambu, alang-alang, dan tanah liat. Berikut adalah ciri khas arsitektur rumah adat Sasak:

  1. Atap Rumah dari Alang-Alang
    Atap rumah adat Sasak di desa Sade ini terbuat dari alang-alang yang disusun rapi. Atap ini berbentuk seperti pelana yang memanjang ke bawah, memberikan kesan sederhana namun kokoh. Alang-alang dipilih karena sifatnya yang tahan terhadap cuaca panas dan hujan.
  2. Dinding dari Anyaman Bambu (Bedek)
    Dinding terbuat dari anyaman bambu yang disebut bedek. Anyaman ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas ruangan, tetapi juga memberikan sirkulasi udara yang baik, sehingga rumah terasa sejuk meskipun tanpa menggunakan pendingin ruangan.
  3. Lantai dari Tanah Liat Campur Kotoran Kerbau
    Salah satu keunikan rumah adat Sasak di Sade ini adalah lantainya yang terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. Campuran ini dioleskan secara merata dan dipadatkan, kemudian dibiarkan mengering. Lantai ini dikenal sebagai “geleke” dan memiliki tekstur yang halus serta tahan lama. Selain itu, kotoran kerbau dipercaya dapat mengusir serangga dan memberikan kehangatan.
  4. Struktur Rumah yang Rendah
    Rumah adat Sasak memiliki struktur yang rendah, dengan pintu masuk yang pendek. Hal ini dimaksudkan agar orang yang masuk harus menunduk, sebagai simbol penghormatan kepada pemilik.
  5. Tiga Ruangan Utama
    Rumah adat Sasak di Sade umumnya terdiri dari tiga ruangan utama:
    Bale Luar: Ruangan ini digunakan untuk menerima tamu atau kegiatan sosial.
    Bale Dalam: Ruangan ini berfungsi sebagai area privasi keluarga, seperti tempat tidur dan ruang makan.
    Dapur: Terletak di bagian belakang rumah, dapur digunakan untuk memasak dan menyimpan peralatan dapur.
2. Keunikan Rumah Adat Sasak di Desa Sade

Desa Sade merupakan salah satu desa adat yang masih mempertahankan keaslian budaya suku Sasak. Berikut adalah beberapa keunikan rumah adat Sasak di Desa Sade:

  • Tata Letak Rumah yang Teratur
    Perumahan tradisional di Desa Sade Lombok, disusun secara berjajar dan teratur, membentuk pola perkampungan yang khas. Setiap rumah memiliki halaman kecil yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, seperti menjemur hasil panen atau mengadakan upacara adat.
  • Rumah Tanpa Paku
    Rumah adat Sasak dibangun tanpa menggunakan paku. Sebagai gantinya, kayu dan bambu diikat dengan menggunakan tali yang terbuat dari serat alam, seperti ijuk atau rotan. Teknik ini menunjukkan keahlian masyarakat Sasak dalam memanfaatkan sumber daya alam.
  • Filosofi Hidup Sederhana
    Arsitektur rumah adat Sasak di Sade mencerminkan filosofi hidup sederhana dan harmonis dengan alam. Material yang digunakan ramah lingkungan, dan desainnya dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi alam sekitar.
  • Upacara Adat dalam Pembangunan Rumah
    Pembangunan rumah adat Sasak tidak lepas dari ritual adat. Sebelum membangun rumah, masyarakat Sasak biasanya melakukan upacara “Mulang Pekelem” untuk meminta izin dan berkah dari leluhur serta alam sekitar.
  • Kearifan Lokal dalam Desain
    Desain rumah adat Sasak di Sade juga mencerminkan kearifan lokal. Misalnya, atap yang tinggi dan curam dimaksudkan untuk melindungi rumah dari hujan lebat, sementara lantai yang terbuat dari tanah liat dan kotoran kerbau menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.
3. Nilai Budaya yang Terkandung dalam Rumah Adat Sasak

Rumah adat Sasak di Desa Sade tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai budaya dan spiritual. Berikut adalah beberapa nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Sasak:

  • Kebersamaan dan Gotong Royong
    Pembangunan rumah adat Sasak melibatkan seluruh anggota masyarakat. Tradisi gotong royong ini mempererat hubungan sosial antar warga desa.
  • Hormat kepada Alam
    Penggunaan material alami dalam pembangunan rumah menunjukkan penghormatan suku Sasak terhadap alam. Mereka percaya bahwa alam adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.
  • Simbol Status Sosial
    Ukuran dan ornamen rumah adat Sasak di Sade dapat mencerminkan status sosial pemiliknya. Rumah yang lebih besar dan dihiasi dengan ukiran biasanya dimiliki oleh keluarga yang dihormati dalam masyarakat.
  • Warisan Leluhur
    Rumah adat Sasak merupakan warisan leluhur yang dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus. Melalui rumah adat ini, nilai-nilai budaya dan tradisi suku Sasak terus hidup.

Jadi rumah adat tradisional suku Sasak di Desa Sade adalah salah satu bukti kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan. Dengan arsitektur yang unik dan sarat makna, rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Sasak.

baca juga; pakaian adat suku Sasak Lombok

Keberadaan Desa Sade dan rumah adatnya menjadi daya tarik wisata budaya yang penting, sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang. Jika Anda berkunjung ke Lombok, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi Desa Sade dan menyaksikan langsung keindahan serta keunikan rumah adat suku Sasak.

Rumah adat suku Sasak di Desa Sade

Daya Tarik dan aktivitas wisata di Desa Sade Lombok

Desa ini menjadi daya tarik wisata karena keasliannya dan kehidupan masyarakatnya yang masih tradisional. Berikut adalah beberapa daya tarik dan aktivitas wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan di Desa Sade:

  1. Rumah Adat Sasak

    Arsitektur tradisional rumah di Desa Sade dibangun dengan arsitektur khas Sasak, menggunakan bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan alang-alang. Atapnya terbuat dari jerami dan lantainya dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau yang dikeringkan,menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

  2. Budaya dan Tradisi

    Tarian Tradisional: Wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Sasak, seperti Tarian Gandrung atau Tarian Perang.
    Tenun Tradisional: Desa Sade terkenal dengan tenun tradisionalnya. Wisatawan bisa melihat proses pembuatan tenun dan membeli kain tenun sebagai oleh-oleh.
    Upacara Adat: Jika beruntung, wisatawan bisa menyaksikan upacara adat Sasak, seperti upacara pernikahan atau ritual lainnya.

  3. Interaksi dengan Masyarakat Lokal

    Beberapa keluarga di Desa Sade membuka rumah mereka sebagai homestay, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk tinggal dan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak, bisa berinteraksi dengan warga lokal dan juga bisa belajar langsung tentang budaya, adat istiadat, dan cara hidup masyarakat Sasak dari penduduk setempat.

  4. Pemandangan Alam

    Lanskap pedesaan desa Sade dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, dengan sawah dan perbukitan yang menghijau. Banyak spot foto menarik di desa ini, terutama dengan latar belakang rumah adat dan pemandangan alam, yang akan menjadi kenangan menarik liburan anda di Lombok.

  5. Kuliner Tradisional

    Makanan khas Lombok, wisatawan bisa mencoba makanan khas Sasak, seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, dan Beberuk Terong. Dan untuk minuman tradisional tersedia Arak dan Brem yang bisa dicoba.

  6. Belanja Souvenir

    Liburan di Lombok, maka wisata belanja di desa tradisional ini tentu akan menarik, sejumlah kerajinan tangan bisa anda temukan di sini, seperti kain tenun, anyaman bambu, perhiasan tradisional, dan hiasan rumah. Ada banyak oleh-oleh khas Lombok yang bisa dibeli di sini, seperti kopi Lombok, madu, dan rempah-rempah.

  7. Aktivitas Edukatif

    Beberapa pengrajin menawarkan workshop singkat tentang cara menenun kain tradisional Sasak. Wisatawan juga bisa belajar beberapa kata dan frasa dalam bahasa Sasak dari penduduk setempat.

  8. Kunjungan ke Sekitar Desa

    Pantai Kuta yang merupakan tujuan tour populer di Lombok, lokasinya tidak jauh dari Desa Sade, wisatawan bisa mengunjungi Pantai Kuta Lombok yang terkenal dengan pasir putih dan ombaknya yang indah. Begitu juga ada Bukit Merese, yang merupakan salah satu spot populer untuk melihat pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

Desa Sade menawarkan pengalaman wisata yang unik dan autentik, di mana wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam tetapi juga belajar tentang budaya dan tradisi masyarakat Sasak yang kaya.

Transportasi ke Desa Sade Lombok

Untuk menuju Desa Sade di Lombok, terdapat beberapa pilihan transportasi yang bisa Anda pertimbangkan, tergantung dari lokasi awal Anda dan preferensi Anda. Berikut adalah beberapa opsi transportasi yang umum digunakan:

1. Dari Bandara Internasional Lombok
  • Taksi Bandara: Anda bisa menggunakan taksi resmi bandara yang tersedia di Bandara Lombok. Pastikan untuk menegosiasikan harga atau memastikan penggunaan argo sebelum berangkat.
  • Sewa Mobil: Anda juga bisa menyewa mobil di bandara. Beberapa perusahaan rental mobil tersedia di Bandara Lombok.
  • Transportasi Online: Aplikasi transportasi online seperti Grab juga beroperasi di Lombok. Anda bisa memesan kendaraan melalui aplikasi.
2. Dari Kota Mataram
  • Bemo atau Angkutan Umum: Anda bisa menggunakan bemo atau angkutan umum dari Mataram menuju Praya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Sade. Namun, opsi ini mungkin memakan waktu lebih lama dan kurang nyaman.
  • Taksi atau Transportasi Online: Anda bisa memesan taksi atau menggunakan aplikasi transportasi online seperti Grab untuk perjalanan langsung ke Desa Sade.
  • Rental Mobil atau Motor: Menyewa mobil atau motor di Mataram adalah pilihan populer bagi wisatawan yang ingin lebih fleksibel dalam menjelajahi Lombok.
3. Dari Pelabuhan Lembar
  • Taksi atau Transportasi Online: Jika Anda tiba di Pelabuhan Lembar, Anda bisa menggunakan taksi atau transportasi online untuk menuju Desa Sade.
  • Rental Mobil atau Motor: Menyewa mobil atau motor di pelabuhan juga merupakan pilihan yang baik jika Anda ingin lebih mandiri dalam perjalanan.
4. Dari Daerah Lain di Lombok
  • Rental Mobil atau Motor: Jika Anda sudah berada di Lombok, menyewa mobil atau motor adalah cara yang paling fleksibel untuk mencapai Desa Sade.
  • Tour atau Paket Wisata: Jika Anda mengikuti tur atau paket wisata, biasanya transportasi ke Desa Sade sudah termasuk dalam paket.
5. Dari Pulau Bali
  • Pesawat: Jika Anda berasal dari Bali, Anda bisa terbang ke Bandara Internasional Lombok dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat.
  • Ferry: Anda juga bisa menggunakan ferry dari Pelabuhan Padang Bai (Bali) ke Pelabuhan Lembar (Lombok), kemudian melanjutkan perjalanan dengan taksi atau rental mobil.
  • Fast Boat: Bisa naik fast boat dari sejumlah dermaga di Bali, dengan tujuan dermaga Bangsal ataupun Senggigi, dan lanjutkan perjalanan dengan transportasi darat.

Untuk alamat dan peta lokasi desa Sade di Lombok,silakan kunjungi Google maps.

Penutup

Demikian uraian singkat mengenai keberadaan Desa Adat Sade di Lombok, sebuah desa yang masih mempertahankan tradisi dan arsitektur aslinya, Desa Sade menawarkan pengalaman autentik bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang kehidupan masyarakat Sasak. Dari rumah tradisional yang dibangun dengan teknik kuno hingga adat istiadat yang terus dilestarikan, Desa Sade menjadi bukti nyata betapa pentingnya menjaga warisan budaya.

Rumah tradisional Suku Sasak, dengan struktur yang unik dan material alami, tidak hanya mencerminkan keharmonisan dengan alam tetapi juga menceritakan kisah tentang ketahanan dan kebijaksanaan nenek moyang.

Setiap bagian rumah, mulai dari lantai yang terbuat dari tanah liat hingga atap yang terbuat dari alang-alang, memiliki makna filosofis yang dalam. Rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Sasak. Semua yang ditawarkan menjadikannya sebagai salah satu objek wisata di Lombok yang patut anda kunjungi.

baca juga; objek wisata populer di Lombok

Kunjungan ke Desa Sade tidak hanya memberikan wawasan tentang arsitektur tradisional, tetapi juga membuka mata kita akan pentingnya melestarikan budaya dalam era modern yang serba cepat. Desa ini mengajarkan kita bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan tradisi, dan bahwa warisan budaya adalah harta tak ternilai yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Desa Sade dan rumah tradisional Suku Sasak adalah cerminan dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dibanggakan. Melalui kunjungan ke desa ini, kita tidak hanya menikmati keindahan alam dan arsitekturnya, tetapi juga turut serta dalam upaya pelestarian budaya.

Semoga Desa Sade terus menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat Lombok dan Indonesia secara keseluruhan. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini agar tetap hidup dan bermakna bagi generasi yang akan datang.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
URL has been copied successfully!
Scroll to Top