Setiap sudut pulau Dewata Bali menyimpan keunikan tersendiri, dari pesona spiritual pura-pura kuno hingga keramahan masyarakat lokal yang masih menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Tak heran jika Bali menjadi destinasi wisata unggulan yang tak pernah kehilangan daya tariknya, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu kekuatan utama Bali adalah kekayaan baharinya, yang tak hanya indah untuk dinikmati, tetapi juga menyimpan potensi edukatif dan konservasi yang luar biasa.
Pantai-pantai di Bali seperti Kuta, Seminyak, dan Sanur memang sudah lama menjadi ikon, tetapi ada banyak lokasi tersembunyi maupun yang belum banyak diketahui publik yang menawarkan pengalaman berbeda. Di antara sekian banyak destinasi wisata air, kawasan Tanjung Benoa menempati posisi istimewa.
Terletak di kelurahan Benoa, Kec.Kuta Selatan, Kabupaten Badung, masuk dalam kawasan peta wilayah selatan Bali, dekat dengan kawasan elit Nusa Dua, Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat kegiatan wisata air (watersport) seperti parasailing, banana boat, jetski, dan snorkeling. Namun, di balik riuhnya aktivitas olahraga air, Tanjung Benoa juga menyimpan sebuah destinasi unik yang menawarkan pengalaman liburan edukatif dan sarat makna konservasi, yakni Pulau Penyu atau Turtle Island.
Pulau Penyu di Tanjung Benoa bukanlah pulau alami yang terpisah dari daratan utama Bali, melainkan sebuah kawasan konservasi yang dapat diakses melalui perjalanan laut singkat menggunakan glass bottom boat, perahu dengan dasar kaca transparan (glass bottom boat), yang memungkinkan wisatawan mengamati keindahan bawah laut selama perjalanan. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga favorit karena mampu menggabungkan unsur hiburan, edukasi lingkungan, dan pelestarian satwa dalam satu kunjungan.
Dalam era modern seperti sekarang, isu pelestarian lingkungan semakin mendapat sorotan. Berbagai tempat wisata mulai bertransformasi, tidak lagi hanya mengandalkan panorama alam semata, tetapi juga mengembangkan konsep ekowisata yang menekankan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Wisata tour ke pulau Penyu di Tanjung Benoa Badung ini, dan menyusuri lautan naik glass bottom boat, menjadi salah satu aktivitas watersport edukatif yang ideal untuk anak dan keluarga. Pulau di kawasan wisata Tanjung Benoa ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pariwisata dapat bersinergi dengan kegiatan konservasi. Kawasan ini menjadi tempat perlindungan dan penangkaran berbagai jenis penyu, termasuk penyu hijau yang kini masuk dalam kategori hewan langka dan dilindungi.
Menariknya, wisata ke Pulau Penyu bukan hanya soal melihat penyu dari kejauhan. Pengunjung bisa secara langsung belajar mengenai siklus hidupnya, proses penangkaran, hingga tantangan-tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian satwa laut ini. Anak-anak dapat menyentuh dan berinteraksi dengan satwa tersebut dalam pengawasan petugas, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membekas.
Dengan semua keunikan tersebut, Pulau Penyu di Tanjung Benoa bukan sekadar tempat wisata biasa. Ia adalah ruang yang mengajarkan pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam, sekaligus menjadi pengingat bahwa keindahan alam bukanlah warisan yang bisa diambil begitu saja, tetapi amanah yang harus dijaga dan dilestarikan.
Sebelum menjelajahi lebih jauh mengenai apa saja yang ditawarkan Pulau Penyu Tanjung Benoa, mulai dari aktivitas watersport seru, harga tiket, hingga fasilitas yang tersedia, mari kita pahami lebih dalam bagaimana tempat ini tumbuh menjadi simbol kecil perjuangan pelestarian satwa di tengah arus pariwisata modern Bali.

Keseruan Naik Glass Bottom Boat di Tanjung Benoa
Bagi banyak wisatawan yang liburan di pulau Dewata Bali, aktivitas watersport di laut sering kali identik dengan snorkeling, parasailing, atau bermain jetski. Tapi bagaimana jika Anda ingin menikmati keindahan bawah laut tanpa harus berenang atau menyelam? Di Tanjung Benoa, jawabannya adalah naik glass bottom boat, sebuah perahu unik yang dirancang khusus dengan bagian lantai terbuat dari kaca bening, memungkinkan penumpangnya menyaksikan kehidupan laut secara langsung dari atas permukaan air.
Perjalanan tour dengan glass bottom boat ini menuju pulau Penyu atau Turtle Island ini menjadi salah satu aktivitas watersport paling seru, ramah anak dan keluarga di Tanjung Benoa. Begitu perahu mulai melaju pelan dari dermaga, wisatawan akan langsung disambut pemandangan laut dangkal yang jernih kebiruan.
Melalui kaca bening di bagian tengah lantai perahu (glass bottom boat), tampak jelas ikan-ikan tropis yang berenang lincah, gugusan karang warna-warni, dan sesekali bintang laut yang menempel di dasar pasir putih. Sensasi melihat “akuarium raksasa” secara langsung ini membuat pengalaman wisata terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Salah satu daya tarik utama dari aktivitas liburan di Tanjung Benoa Bali ini adalah aksesibilitasnya untuk semua usia. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat menikmati perjalanan ini tanpa khawatir akan keamanan atau kelelahan fisik. Sehingga wisata ini ideal untuk mengisi aktivitas liburan keluarga di Bali.
lanjut baca; harga paket watersport di Tanjung Benoa Bali
Tidak perlu berenang, tidak perlu mengenakan peralatan selam, cukup duduk santai dan biarkan pemandangan bawah laut Bali menghibur mata. Ini menjadi pilihan tepat untuk liburan keluarga, khususnya bagi orang tua yang ingin mengenalkan keindahan laut kepada anak-anak tanpa risiko yang tinggi.
Beberapa operator wisata bahkan menyediakan makanan ikan kecil berupa roti atau pelet. Ketika dilempar ke laut, gerombolan ikan langsung berdatangan mendekat ke perahu, menciptakan momen interaktif yang seru dan mengundang tawa. Anak-anak biasanya sangat antusias melihat ikan-ikan berkerumun di bawah kaca perahu. Bahkan banyak yang tak sabar memotret atau merekam video sebagai kenang-kenangan.
Tak hanya itu, pemandu wisata di atas perahu biasanya akan memberikan penjelasan singkat mengenai jenis-jenis ikan dan terumbu karang yang terlihat. Hal ini menambah unsur edukatif selama perjalanan, menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar wisata visual, tetapi juga sarana belajar langsung tentang ekosistem laut tropis Bali.
Menuju Pulau Penyu
Keseruan watersport naik glass bottom boat biasanya merupakan bagian dari paket wisata menuju Pulau Penyu Tanjung Benoa. Setelah sekitar 15–20 menit menyusuri laut, perahu akan merapat di dermaga kecil Turtle Island, tempat konservasi penyu langka dan satwa lainnya. Perjalanan pun terasa seperti petualangan kecil: dimulai dengan menjelajah bawah laut, kemudian dilanjutkan dengan pengalaman edukatif di pulau konservasi.
Naik glass bottom boat di Tanjung Benoa bukan hanya soal transportasi menuju destinasi, melainkan menjadi bagian paling seru dari perjalanan wisata laut di Bali. Perjalanan dari panti Tanjung Benoa butuh waktu sekitar 15-20 menit menuju pulau Penyu. Aktivitas liburan ini memadukan hiburan, keindahan alam, dan edukasi dalam satu paket, menjadikannya pilihan wajib saat Anda liburan ke Bali bersama keluarga.
lanjut baca; glass bottom boat dan snorkeling tour di Gili Trawangan Lombok
Sesampainya di tujuan, pengunjung akan dipandu oleh petugas lokal atau pemandu wisata yang menjelaskan proses penangkaran penyu dari telur hingga dewasa. Telur-telur tersebut biasanya dikumpulkan dari berbagai lokasi pantai di Bali yang menjadi tempat bertelur alami, kemudian ditetaskan secara semi-alami untuk menjaga tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Setelah menetas, tukik (anak penyu) dirawat dalam kolam khusus hingga siap dilepasliarkan kembali ke laut.
Selain penyu, kawasan ini juga merawat beberapa jenis hewan lain seperti burung elang, kelelawar, kadal besar (biawak), dan kura-kura darat. Semua hewan tersebut berada dalam area konservasi yang diawasi, sehingga wisatawan tetap bisa berinteraksi tanpa membahayakan hewan maupun diri sendiri. Bagi anak-anak, aktivitas seperti menyentuh penyu, memberi makan kura-kura, atau foto dengan burung hantu menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan dan tak terlupakan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan hidup satwa-satwa langka. Pulau di wilayah Badung Selatan ini menjadi bukti nyata bahwa wisata juga bisa menjadi alat edukasi dan pelestarian, selama dikelola dengan prinsip yang benar dan berkelanjutan.
Kawasan konservasi Turtle Island di Tanjung Benoa Badung ini, telah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai seperti toilet, area duduk untuk bersantai, toko oleh-oleh kecil, serta tempat berteduh bagi pengunjung. Beberapa operator tour juga menyediakan paket lengkap termasuk antar-jemput hotel, tiket perahu, dan pemandu wisata berbahasa Indonesia maupun Inggris.
baca juga; paket tour populer di Bali
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Penyu adalah pada pagi hingga siang hari saat cuaca cerah dan laut tenang. Disarankan untuk membawa topi, kacamata hitam, serta tabir surya karena sebagian besar aktivitas dilakukan di ruang terbuka.

Aktivitas Wisata di Pulau Penyu Tanjung Benoa
Ketika anda mengagendakan tour ke wilayah Badung Selatan, serta berencana ke Pulau Penyu Tanjung Benoa, Bali. Maka ada berbagai aktivitas wisata yang bisa anda nikmati, yang tentunya cocok untuk semua kalangan, termasuk untuk anak dan keluarga, seperti berikut;
- Melihat Penyu Secara Langsung
Aktivitas utama di pulau ini tentu saja melihat dan berinteraksi dengan berbagai jenis penyu langka, seperti: Penyu hijau (Green Turtle), sisik (Hawksbill Turtle) dan lekang (Olive Ridley). Pengunjung dapat melihat telur, anak yang baru menetas (tukik), hingga yang dewasa berusia puluhan tahun. Pemandu lokal biasanya menjelaskan siklus hidup dan pentingnya konservasi penyu. - Berinteraksi dengan Satwa Lain
Selain itu, pengunjung juga bisa melihat dan foto dengan berbagai satwa lain, seperti: Burung elang, kelelawar besar (kalong), ular piton jinak, iguana, kura-kura darat besar. Aktivitas ini sangat digemari anak-anak karena memberi pengalaman langsung melihat dan menyentuh hewan-hewan unik secara aman. - Edukasi Konservasi
Pulau Penyu di Tanjung Benoa, Badung ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi. Anda bisa belajar tentang: proses penangkaran, cara melindungi habitat laut dan pentingnya tidak membuang sampah ke laut. Wisata edukatif ini sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah maupun keluarga yang ingin wisata sambil belajar. - Naik Glass Bottom Boat
Perjalanan menuju pulau dimulai dengan naik perahu kaca (glass bottom boat) dari Pantai Tanjung Benoa. Dari atas perahu, Anda bisa melihat: terumbu karang, ikan warna-warni dan biota laut lainnya dari atas kapal tanpa perlu berbasah-basahan. Ini adalah pengalaman menyenangkan sebelum tiba di pulau, cocok bagi pengunjung yang tidak snorkeling tapi tetap ingin menikmati keindahan bawah laut. - Beri Makan Penyu
Di beberapa bagian penangkaran, pengunjung diperbolehkan memberi makan penyu dewasa menggunakan sayuran seperti kangkung. Aktivitas ini cukup populer dan menyenangkan, terutama untuk anak-anak. - Foto-Foto Seru dan Instagramable
Ada banyak spot foto menarik dan alami di area pulau. Anda bisa berfoto dengan: penyu besar, satwa eksotis lainnya, latar belakang laut yang tenang dan perahu tradisional. Namun perlu diingat, kenyamanan dan kesejahteraan hewan harus selalu diutamakan. Hindari tindakan yang bisa menyakiti mereka, seperti duduk di atas punggungnya saat foto, karena hal tersebut dapat membahayakan kesehatan hewan - Bersantai dan Menikmati Pemandangan
Setelah menjelajah pulau, Anda bisa duduk santai di area teduh sambil menikmati angin laut dan pemandangan sekitar. Tempat ini jauh dari keramaian, cocok untuk relaksasi singkat.
baca juga; spot foto Instagramable dan fotogenik di Bali
Tips Berkunjung ke Pulau Penyu Tanjung Benoa
Mengunjungi Pulau Penyu di Tanjung Benoa bisa menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus bermakna. Selain menikmati pemandangan laut yang indah selama perjalanan dengan glass bottom boat, kamu juga bisa belajar banyak tentang satwa langka seperti penyu hijau yang dilindungi. Namun, agar perjalananmu semakin nyaman, aman, dan berkesan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan sebelum dan saat berkunjung.
Berikut tips-tips yang bisa Anda ikuti, agar liburan lebih maksimal:
- Datang di Pagi Hari
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Penyu adalah antara pukul 09.00–11.00 pagi. Selain cuaca yang masih sejuk dan laut relatif tenang, suasana pagi hari juga lebih nyaman untuk menikmati perjalanan dengan perahu dan menjelajah kawasan konservasi tanpa kepanasan. Sore hari biasanya angin mulai kencang dan ombak bisa sedikit lebih besar. - Gunakan Sunscreen dan Topi
Karena sebagian besar aktivitas dilakukan di area terbuka, sangat disarankan untuk menggunakan tabir surya (sunscreen) agar kulit terlindungi dari paparan sinar matahari. Jangan lupa juga membawa topi atau payung lipat, terutama jika membawa anak-anak atau lansia. - Kenakan Pakaian yang Nyaman
Pilih pakaian santai dan menyerap keringat, seperti kaus dan celana pendek. Sepatu sandal atau alas kaki anti selip juga sangat direkomendasikan karena beberapa area bisa sedikit licin. Tidak perlu membawa pakaian ganti karena aktivitas di sini tidak membuat basah tubuh seperti saat snorkeling. - Siapkan Kamera atau Ponsel dengan Daya Cukup
Ada banyak momen menarik di sepanjang perjalanan maupun saat berada di Pulau Penyu, seperti pemandangan bawah laut, interaksi dengan penyu, atau berfoto dengan hewan jinak seperti burung dan kura-kura. Pastikan baterai ponsel atau kamera penuh agar tidak kehabisan saat momen penting. - Bawa Uang Tunai Secukupnya
Beberapa tempat atau penjual di sekitar lokasi mungkin belum menerima pembayaran non-tunai. Bawalah uang tunai secukupnya untuk membeli tiket, memberi tip pada pemandu, atau membeli oleh-oleh dan makanan ringan di lokasi. - Patuhi Aturan Konservasi
Pulau Penyu adalah kawasan konservasi satwa, bukan kebun binatang komersial. Saat berinteraksi dengan hewan, ikuti arahan dari petugas dan hindari tindakan yang dapat menyakiti hewan, seperti menarik kaki penyu, memberi makanan sembarangan, atau berteriak di dekat kandang. Pengunjung juga dilarang membawa pulang telur atau bagian tubuhnya dalam bentuk apa pun. - Pilih Operator Wisata yang Legal dan Terpercaya
Untuk keamanan dan kenyamanan, pastikan kamu memesan paket wisata melalui operator yang resmi dan berpengalaman. Operator terpercaya biasanya menyediakan asuransi wisata, pemandu profesional, serta perahu dengan standar keselamatan yang baik. - Ajak Anak-anak sebagai Edukasi Lingkungan
Jika kamu liburan bersama keluarga, Pulau Penyu adalah tempat ideal untuk mengenalkan anak-anak pada pentingnya menjaga alam dan satwa langka. Kegiatan ini bisa menjadi sarana edukatif yang menyenangkan sekaligus membentuk kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. - Nikmati juga aktivitas watersport lainnya
Tanjung Benoa menjadi salah satu pusat watersport paling populer dan menjadi tujuan tour wajib bagi wisatawan, glass bottom boat dan pulau penyu menjadi salah satu aktivitas di sini, agar liburan anda lebih maksimal nikmati yang lainnya seperti banana boat, snorkeling, jetski, seawalker, parasailing dan banyak lainnya
Dengan persiapan yang tepat dan sikap yang peduli terhadap alam, kunjungan ke Pulau Penyu Tanjung Benoa akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam liburan di Bali. Tidak hanya seru, tapi juga memberikan nilai edukatif yang tak ternilai.
lanjut baca; panduan dan tips liburan di Bali
Harga Tiket Glass Bottom Boat dan Pulau Penyu
Pulau Penyu Tanjung Benoa adalah salah satu destinasi wisata edukatif paling populer di Bali, terutama bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak-anak pada satwa laut yang dilindungi. Untuk durasi kunjungan wisata ke pulau penyu sekitar 1 jam.
Di pulau ini, pengunjung bisa melihat langsung berbagai jenis penyu serta satwa lainnya seperti burung elang, kadal, dan ular. Selain sebagai tempat konservasi penyu, lokasi ini juga menawarkan pengalaman wisata bahari yang menarik, salah satunya adalah naik glass bottom boat.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, berikut adalah informasi lengkap dan terbaru mengenai tarif sewa perahu dan harga tiket masuk ke Pulau Penyu di Tanjung Benoa.
1. Harga Sewa Perahu Glass Bottom Boat (PP)
Untuk mencapai Pulau Penyu, pengunjung perlu menyeberang menggunakan perahu kaca atau glass bottom boat. Perahu ini dirancang dengan bagian dasar yang transparan sehingga wisatawan bisa melihat keindahan dasar laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan kecil selama perjalanan.
Berikut harga terbaru untuk sewa perahu:
- Biaya sewa: Rp 575.000 per perahu (pulang-pergi)
- Kapasitas: Maksimal 10 orang per perahu
- Jenis layanan: Perahu bersifat privat (tidak digabung dengan rombongan lain)
Biaya ini bisa menjadi sangat hemat jika Anda datang bersama keluarga atau rombongan kecil, karena harga dibagi rata hingga 10 orang.
2. Harga Tiket Masuk Terbaru ke Pulau Penyu Tanjung Benoa
Tiket masuk ke Pulau Penyu dibedakan berdasarkan status kewarganegaraan dan usia pengunjung. Berikut adalah rincian harga tiketnya:
- Untuk Wisatawan Domestik (WNI): Dewasa: Rp 10.000 per orang dan Anak-anak: Rp 5.000 per orang
- Untuk Wisatawan Mancanegara (WNA): Dewasa: Rp 20.000 per orang dan Anak-anak: Rp 10.000 per orang
Harga tersebut cukup terjangkau, mengingat pengalaman edukatif dan keunikan yang ditawarkan oleh lokasi konservasi ini.
lanjut baca; harga tiket masuk ke objek wisata di Bali terbaru
3. Jadwal Keberangkatan
Perahu ke Pulau Penyu beroperasi hampir setiap hari, dan biasanya tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi cuaca, sehingga cukup fleksibel bagi wisatawan. Namun demikian, agar perjalanan Anda berjalan lebih lancar dan tidak perlu menunggu lama, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Dengan memesan sebelumnya, pihak pengelola dapat menyiapkan perahu dan perlengkapan lebih cepat begitu Anda tiba di lokasi.
