Ubud menjadi salah satu pusat pariwisata Bali yang terletak di Kabupaten Gianyar, yang memiliki banyak pesona wisata yang menjadi daya tarik wisatawan dan menjadi tujuan tour populer, lokasi Ubud memang sangat strategis berada di tengah-tengah pariwisata Bali yang mudah dijangkau, sehingga kawasan ini selalu ramai.
Salah satu objek wisata populer di Ubud adalah hutan monyet atau juga dikenal sebagai Sacred Monkey Forest Sanctuary, atau orang lokal menyebutnya Mandala Suci Wenara Wana. Lokasinya di Jalan Monkey Forest, Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Di Bali sendiri ada sejumlah hutan monyet yang menjadi destinasi wisata, seperti hutan monyet Sangeh, Alas Kedaton dan monekey forest Ubud, dari ketiganya maka hutan monyet yang terletak di kawasan pariwisata Ubud menjadi tujuan tour paling populer dan setiap harinya selalu ramai pengunjung.
Untuk itulah dalam halaman ini akan dikemas informasi mengenai daya tarik wisata monkey forest Ubud, tips berkunjung aman dan nyaman, objek wisata terdekat sekitarnya yang juga bisa dikunjungi dalam rangkaian acara tour dan harga tiket masuk terbaru yang berlaku saat ini.
Daya Tarik wisata Monkey Forest Ubud
Hutan ini terletak di desa Padangtegal dan menjadi rumah bagi lebih dari 1.500 monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Selain populasi monyetnya, Monkey Forest Ubud juga dikenal karena keindahan alam hutan yang sejuk, serta keberadaan beberapa pura kuno yang penting bagi budaya dan agama Hindu di Bali.
Populasi monyet di Monkey Forest memang terus meningkat, dengan upaya sterilisasi penghuni hutan di kabupaten Gianyar Bali ini bisa ditekan populasinya sampai dengan 50%, dengan pertambahan tersebut upaya perluasan areal hutan juga terus diupayakan, hingga kini luas hutan sudah mencapai 22 hektar yang sebelumnya hanya 7 hektar saja.
Sebagai tujuan wisata populer di Bali, pengelola Monkey Forest terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di tempat ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sehingga mereka yang tour dan berkunjung ke tempat ini puas dan terhibur.
lanjut baca; paket Monkey Forest Ubud – Kintamani Tour
Ada beberapa hal menarik yang bisa anda nikmati selama berada di objek wisata monkey forest, seperti melihat monyet yang bebas berkeliaran di habitat alami mereka. Meskipun terlihat jinak, pengunjung tetap harus berhati-hati karena monyet ini bisa agresif terutama jika mereka merasa terganggu atau melihat makanan.
Di kawasan hutan lindung di Ubud ini terdapat juga sejumlah pura, yang menandakan tempat ini disakralkan, yang paling terkenal adalah Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Beji, dan Pura Prajapati. Pura-pura ini berusia ratusan tahun dan masih digunakan untuk upacara keagamaan oleh penduduk setempat.

foto: via monkey forest Ubud
Keindahan alam hutan yang ditawarkan di objek wisata Monkey Forest Ubud menyajikan suasana yang asri dengan pohon-pohon tinggi besar, tanaman hijau yang rimbun, dan aliran sungai kecil yang menambah kesan alami dan tenang. Jalan setapak yang terawat baik dan jembatan kayu yang disediakan memungkinkan pengunjung menjelajahi kawasan hutan dengan nyaman.
Di sepanjang jalan setapak pengunjung dapat menemukan berbagai patung dan ukiran batu yang merupakan hasil karya seni warga lokal Ubud, karya seni tersebut menggambarkan tokoh-tokoh dalam mitologi Hindu, menambah nilai artistik dari kunjungan ke tempat ini. Arsitektur pura yang indah dan ornamen-ornamen khas Bali membuat tempat ini sangat fotogenik.
baca juga; objek wisata populer di Bali
Bagi kepentingan ilmu pengetahuan, hutan monyet atau monkey forest di Gianyar Bali ini bisa menjadi tempat atau berfungsi sebagai pusat konservasi dan pendidikan. Mereka berupaya untuk melestarikan lingkungan alami dan satwa liar, serta mengedukasi pengunjung tentang pentingnya konservasi alam.
Dari apa yang ditawarkan, tentunya ada berbagai aktivitas wisata menarik yang bisa nikmati di sini, selain menikmati kelucuan monyet-monyet jinak ini, anda juga bisa memberi makan dan juga bisa foto selfie bareng monyet, tentunya untuk hal ini anda bisa minta panduan pawang atau guide lokal di lokasi.
Aktivitas wisata lainnya menyusuri jalan setapak yang sudah disediakan, termasuk juga melintasi jembatan-jembatan kayu yang ada di lokasi, suasana rekreasi alam di tengah hutan begitu menarik dengan ditemani kelucuan penghuni hutan, anda bisa juga mengabdikan momen liburan anda dalam berbagai foto menarik.
Tips berkunjung di Monkey Forest Ubud
Liburan di Bali dan berkunjung ke Monkey Forest bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menarik. Berikut beberapa tips untuk memastikan kunjungan Anda berjalan lancar dan aman:
- Jaga Barang Bawaan Anda
Berkunjung tour ke monkey forest, simpan barang berharga di tas yang tertutup rapat.
Hindari membawa makanan atau minuman terbuka karena monyet bisa mencium dan mengambilnya. - Waspada saat musim hujan
Pohon-pohon yang ada di hutan lindung ini umurnya sudah sangat tua, pada musim hujan apalagi dibarengi angin, pohon terkadang tidak kuat menahan daun dan dahan yang terlalu berat, sehingga ranting dan dahan rentan patah, atau bahkan pohon bisa tumbang. - Hindari Kontak Mata Langsung
Kontak mata langsung dengan monyet dapat dianggap sebagai tanda agresi. Cobalah untuk menghindari menatap mereka secara langsung. - Jangan Memberi Makan Monyet
Meski mungkin tergoda untuk memberi makan monyet, hal ini tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan monyet menjadi agresif atau tergantung pada makanan dari manusia, kalau mau memberi makan, minta bantuan tour guide atau pemandu lokal yang ada di lokasi. - Patuhi Peraturan dan Petunjuk
Ikuti semua peraturan yang ada di Monkey Forest dan perhatikan petunjuk dari pemandu atau petugas taman. - Waspada dengan Barang Berkilau
Monyet tergolong hewan aktif dan selalu ingin tahu, tertarik dengan barang berkilau seperti perhiasan atau kacamata hitam. Sebaiknya lepas dan simpan barang-barang ini saat berada di dalam area hutan. - Tetap Tenang dan Santai
Jika monyet mendekati Anda, tetap tenang dan hindari gerakan tiba-tiba. Jangan mencoba menakuti atau menyakiti monyet. - Datang siang hari
Berkunjung ke monkey forest pada siang hari setelah jam 2 siang, cenderung monyet lebih tenang karena sudah diberikan makan oleh petugas atau pengelola. - Pakaian nyaman dan ringan
Kenakan pakaian yang ringan dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun. Mengenakan celana panjang dapat melindungi kaki Anda dari gigitan serangga dan goresan tanaman. Pastikan pakaian nyaman dan memungkinkan pergerakan yang leluasa. - Bawa Kamera
Jangan lupa membawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen liburan untuk foto. Pastikan untuk menjaganya dengan baik agar tidak direbut oleh monyet, atau minta petugas untuk bantu foto jika ingin foto bareng monyet. - Hormati Alam dan Lingkungan
Jangan membuang sampah sembarangan dan usahakan untuk menjaga kebersihan area hutan.
Bagaimanapun monyet adalah hewan liar yang terkenal dengan binatang yang ingin tahu dan nakal. Dengan mengikuti tips-tips di atas, anda dapat menikmati aktivitas liburan di Monkey Forest Ubud dengan lebih nyaman dan aman ketika aktivitas liburan.

Objek wisata sekitar Monkey Forest
Hutan Monyet Ubud, juga dikenal sebagai Sacred Monkey Forest Sanctuary, adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Gianyar Bali. Di sekitar kawasan ini, terdapat beberapa objek wisata menarik lainnya yang bisa Anda kunjungi dalam rangkaian tour di Ubud. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Pura Taman Saraswati
Lokasi: Sekitar 2 km dari monkey forest.
Daya Tarik: Pura ini terkenal dengan kolam teratainya yang indah dan arsitektur Bali yang menawan. Pura Saraswati juga sering menjadi tempat pementasan tari tradisional Bali, seperti Tari Barong, Legong dan Kecak. - Ubud Palace (Puri Saren Agung)
Lokasi: Sekitar 2 km dari monkey forest.
Daya Tarik: Istana ini adalah tempat tinggal keluarga kerajaan Ubud dan memiliki arsitektur tradisional yang megah. Terkadang, ada pertunjukan tari Bali di malam hari. - Museum Puri Lukisan
Lokasi: Sekitar 2 km dari monkey forest.
Daya Tarik: Museum ini menampilkan koleksi seni Bali dari berbagai periode, termasuk lukisan tradisional dan kontemporer. - Pasar Seni
Lokasi: Sekitar 2 km dari monkey forest.
Daya Tarik: Pasar ini adalah tempat yang ideal untuk membeli kerajinan tangan, pakaian, dan oleh-oleh khas Bali. - Campuhan Ridge Walk
Lokasi: Sekitar 3 km dari monkey forest.
Daya Tarik: Jalur rekreasi hiking yang menawarkan pemandangan bukit yang hijau dan panorama alam yang menakjubkan. Tempat ini populer di kalangan wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam. - Goa Gajah (Elephant Cave)
Lokasi: Sekitar 6 km dari hutan monyet Ubud.
Daya Tarik: Goa ini adalah situs arkeologi kuno yang menampilkan ukiran batu yang rumit dan gua yang digunakan untuk meditasi. - Tegallalang Rice Terraces
Lokasi: Sekitar 10 km dari Monkey Forest.
Daya Tarik: Sawah terasering yang indah dan ikonik di Bali. Tempat rekreasi alam sawah ini tujuan tour populer, ideal untuk wisata foto dan menikmati pemandangan sawah yang hijau dan asri. - Museum Blanco Renaissance
Lokasi: Sekitar 1.5 km dari hutan monyet.
Daya Tarik: Museum ini adalah rumah dan galeri seniman terkenal Antonio Blanco, yang menampilkan karya seni eklektiknya. - The Yoga Barn
Lokasi: Sekitar 1.5 km dari hutan monyet.
Daya Tarik: Tempat ini adalah pusat yoga dan kesehatan terkenal di Ubud yang menawarkan berbagai kelas yoga dan program kesehatan.
baca juga; daya tarik wisata desa Penelokan Kintamani
Mengunjungi tempat-tempat rekreasi alam dan objek wisata tersebut dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih lengkap dan mendalam tentang budaya, seni, dan keindahan alam Ubud dan sekitarnya.
Harga Tiket masuk ke objek wisata Monkey Forest Ubud
Berikut harga tiket masuk pengunjung
- Harga tiket masuk untuk KTP Bali
Dewasa: Rp 30.000, Sabtu dan Minggu Rp 50.000/orang
Anak (3-12 tahun): Rp 20.000, Sabtu dan Minggu Rp 40.000/orang
Paket family ( 2 dewasa + 2 anak ): Rp 80.000 - Harga tiket masuk untuk Domestik (WNI)
Dewasa: Rp 60.000, Sabtu dan Minggu Rp 80.000/orang
Anak 3-12 tahun: Rp 40.000, Sabtu dan Minggu Rp 60.000/orang - Harga tiket masuk untuk Internasional (WNA)
Dewasa: Rp 80.000, Sabtu dan Minggu Rp 100.000/orang
Anak 3-12 tahun: Rp 60.000, Sabtu dan Minggu Rp 80.000/orang
Harga tiket atau retribusi parkir
- Sepeda motor: Rp 2.000 dan setiap 1 jam berikutnya: Rp 1.000
- Mobil: Rp 5.000 dan setiap 1 jam berikutnya: Rp 2.000
- Bus pariwisata < 20 seat: Rp 10.000 dan setiap 1 jam berikutnya: Rp 5.000
- Bus pariwisata > 20 seat: Rp 16.000 dan setiap 1 jam berikutnya: Rp 7.500
baca juga; harga tiket masuk ke destinasi wisata di pulau Bali
Harga tiket masuk tersebut di atas bisa saja berubah dan berbeda sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola monkey forest.
Untuk akses dan peta lokasi ke monkey forest Ubud, silakan cek google maps.