Tanjung Benoa telah lama dikenal sebagai “kiblatnya” wisata bahari di Bali. Di sepanjang pesisirnya, berjajar puluhan operator watersport yang menawarkan berbagai aktivitas seru, mulai dari banana boat, snorkeling, scuba diving, parasailing, jet ski, hingga seawalker. Pantainya yang landai dan ombaknya yang relatif tenang membuat Tanjung Benoa sangat ideal untuk kegiatan laut, baik bagi pemula maupun profesional. Inilah alasan mengapa kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan, terutama mereka yang datang bersama keluarga atau teman-teman untuk menikmati petualangan laut yang penuh kesan.
Namun, seiring berkembangnya industri pariwisata dan semakin meningkatnya permintaan akan aktivitas yang lebih menantang dan memacu adrenalin, muncullah inovasi-inovasi baru dalam dunia watersport. Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah Flying Fish, sebuah wahana permainan air yang menggabungkan unsur kecepatan, gaya angin, dan sensasi melayang di udara.
Aktivitas ini menawarkan pengalaman unik yang sangat berbeda dari permainan air lainnya. Tidak hanya seru, Flying Fish juga menghadirkan sensasi yang mendekati olahraga ekstrem, namun tetap aman untuk dinikmati oleh siapa saja yang ingin merasakan pengalaman “terbang” di atas laut biru Bali.
Di Tanjung Benoa, Flying Fish menjadi salah satu daya tarik utama yang wajib dicoba, terutama bagi mereka yang mencari sensasi baru setelah mencoba permainan klasik seperti banana boat atau parasailing. Bentuknya menyerupai perahu karet besar berbentuk sayap ikan, yang ditarik oleh speedboat berkecepatan tinggi.
Saat angin berhembus kencang dan kecepatan mencapai titik optimal, perahu karet ini akan terangkat ke udara, membuat penumpangnya melayang sejenak sebelum kembali menyentuh permukaan air. Momen melayang inilah yang menjadi puncak keseruan Flying Fish, sebuah pengalaman singkat namun memacu adrenalin.
Popularitas Flying Fish di Tanjung Benoa tidak lepas dari dukungan infrastruktur wisata yang sangat memadai. Seluruh permainan di kawasan ini dijalankan oleh operator profesional dengan standar keamanan internasional. Para wisatawan akan diberikan briefing singkat, pelampung, helm pelindung, dan pengawasan ketat dari instruktur berpengalaman. Dengan begitu, aktivitas ini bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk wisatawan pemula yang baru pertama kali mencoba watersport.
Bagi para pencari sensasi, Flying Fish bukan hanya sekadar permainan, melainkan sebuah pengalaman yang mampu membangkitkan keberanian dan semangat petualangan. Ditambah dengan latar belakang laut biru Tanjung Benoa yang menawan serta langit cerah Bali yang memesona, menjadikan Flying Fish sebagai aktivitas yang akan terus dikenang lama setelah liburan usai.
Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai permainan Flying Fish di Tanjung Benoa, Bali, sebuah aktivitas wisata Watersport menantang, yang ideal juga bagi pemula, dan dalam artikel ini akan kami kemas informasi berikut informasi harga, keseruan dan tips bermain aman.

Apakah itu Flying Fish?
Watersport Flying Fish adalah salah satu permainan air ekstrem yang tergolong baru dan unik di antara berbagai aktivitas watersport lainnya. Permainan ini menawarkan sensasi melayang di udara di atas laut, dengan menggunakan perahu karet khusus berbentuk menyerupai ikan terbang (flying fish). Perahu ini ditarik oleh speedboat berkecepatan tinggi, dan dengan bantuan kecepatan serta arah angin, perahu akan terangkat ke udara, membawa penumpangnya ikut melayang seperti sedang terbang.
Cara Kerja Flying Fish:
- Perahu karet Flying Fish memiliki desain khusus—biasanya terdiri dari tiga tabung karet yang digabungkan dan berbentuk seperti sayap ikan.
- Penumpang (biasanya 2–3 orang) berpegangan erat pada tali atau pegangan khusus di atas perahu.
- Speedboat akan menarik perahu karet dengan kecepatan tinggi.
- Dengan kecepatan dan arah angin yang tepat, perahu karet akan naik ke udara hingga ketinggian beberapa meter dari permukaan laut.
- Penumpang akan melayang di udara selama beberapa detik hingga akhirnya kembali menyentuh air.
Ciri Khas dan Keunikan Flying Fish:
- Sensasi “terbang” di atas laut yang tak bisa dirasakan pada permainan lain.
- Aktivitas ini cocok untuk pecinta adrenalin yang ingin mencoba pengalaman baru.
- Meski terlihat ekstrem, keamanan tetap terjamin karena penumpang dilengkapi dengan pelampung, helm, dan dipandu oleh instruktur profesional.
- Bisa dimainkan sendiri atau berdua/tiga, tergantung kapasitas dan kondisi angin.
Flying Fish aman untuk dicoba oleh remaja hingga orang dewasa dengan kondisi fisik yang sehat. Sebelum bermain, peserta akan mendapatkan briefing singkat dari instruktur, serta dilengkapi dengan jaket pelampung dan helm pelindung. Peralatan yang digunakan juga telah disesuaikan dengan standar keselamatan internasional.
Salah satu tempat paling populer untuk mencoba Flying Fish adalah di Tanjung Benoa, Bali. Kawasan ini terkenal sebagai pusatnya watersport di Bali, dengan ombak yang tenang dan fasilitas lengkap yang cocok untuk segala jenis permainan air.
Mengapa Flying Fish Cocok di Tanjung Benoa?
Kawasan ini telah lama dikenal sebagai pusatnya watersport Bali, menawarkan berbagai aktivitas seru seperti parasailing, banana boat, jet ski, snorkeling, hingga yang lebih menantang seperti Flying Fish. Lokasinya strategis berada di kelurahan Benoa, kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sehingga mudah dijangkau dari pusat-pusat pariwisata di Bali, seperti Nusa Dua, Kuta, Canggu dan Sanur.
baca juga; serunya bermain banana boat di Tanjung Benoa
Watersport Flying Fish sendiri merupakan permainan air ekstrem yang mengandalkan kecepatan dan arah angin untuk mengangkat perahu karet berbentuk ikan terbang ke udara, sehingga penumpangnya bisa merasakan sensasi seperti sedang melayang di atas lautan. Untuk menciptakan pengalaman yang optimal dan aman, permainan ini membutuhkan kondisi alam dan infrastruktur yang ideal, dan semua itu tersedia di Tanjung Benoa.
Berikut alasan lengkap mengapa Flying Fish sangat cocok dilakukan di Tanjung Benoa, Badung:
- Perairan yang Tenang dan Relatif Aman
Salah satu alasan utama Flying Fish cocok di Tanjung Benoa adalah karena kondisi lautnya yang relatif tenang dan tidak berombak besar. Ini sangat penting untuk permainan yang mengandalkan kecepatan dan arah laju perahu tanpa gangguan ombak tinggi. Dengan air laut yang stabil, permainan bisa berlangsung lebih mulus dan aman, baik saat perahu terangkat ke udara maupun saat mendarat kembali ke permukaan laut. - Angin Pantai yang Konsisten
Flying Fish sangat bergantung pada arah dan kekuatan angin agar perahu karet bisa melayang. Tanjung Benoa memiliki kondisi angin pantai yang cukup ideal untuk permainan ini. Angin yang bertiup dari laut ke darat (onshore wind) dengan kekuatan sedang membuat perahu karet bisa terangkat secara stabil dan aman. Ini memungkinkan pemain menikmati sensasi “terbang” di udara tanpa risiko melayang secara liar atau kehilangan keseimbangan. - Fasilitas Watersport yang Lengkap dan Profesional
Tanjung Benoa memiliki infrastruktur watersport terbaik di Bali. Tersedia puluhan operator resmi yang telah berpengalaman dalam menjalankan berbagai permainan air, termasuk Flying Fish. Semua operator di kawasan ini umumnya menyediakan peralatan standar internasional (perahu karet khusus Flying Fish, helm, pelampung), pemandu profesional dan berlisensi, briefing keselamatan sebelum permainan dan speedboat bertenaga tinggi untuk menarik perahu. Dengan dukungan fasilitas dan layanan ini, Flying Fish bisa dimainkan dengan aman oleh wisatawan dari berbagai kalangan, bahkan oleh mereka yang baru pertama kali mencoba aktivitas watersport. - Lokasi Strategis dan Akses Mudah
Tanjung Benoa berada di kawasan wisata utama Bali selatan di wilayah Badung Selatan, dekat dengan Bandara Ngurah Rai dan kawasan Nusa Dua yang terkenal sebagai pusat hotel-hotel mewah. Ini membuat wisatawan sangat mudah mengakses tempat ini tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Banyak operator wisata juga menyediakan layanan antar-jemput dari hotel ke lokasi permainan, membuat pengalaman bermain Flying Fish semakin praktis dan nyaman. - Pemandangan Alam yang Memukau
Sensasi melayang di udara saat bermain Flying Fish menjadi lebih luar biasa ketika dilakukan di atas lautan biru jernih yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Dari ketinggian, pemain bisa menyaksikan panorama garis pantai Tanjung Benoa, perairan hijau kebiruan, serta lalu lintas wisata laut yang ramai namun tetap tertib. Pengalaman ini tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga meninggalkan kesan visual yang menakjubkan dan instagramable. - Cuaca yang Bersahabat Sepanjang Tahun
Bali, khususnya kawasan Tanjung Benoa, memiliki iklim tropis dengan cuaca cerah hampir sepanjang tahun. Ini memberikan keleluasaan waktu bagi wisatawan untuk mencoba Flying Fish kapan pun mereka berkunjung, terutama saat musim liburan dan kemarau (April–Oktober). Kondisi cuaca yang bersahabat memastikan permainan dapat berlangsung tanpa gangguan hujan atau badai. - Pengalaman Wisata yang Komprehensif
Setelah puas bermain Flying Fish, wisatawan bisa langsung melanjutkan dengan aktivitas watersport lainnya di tempat yang sama. Tanjung Benoa menawarkan paket-paket kombinasi, seperti Flying Fish + Parasailing + Jet Ski, yang membuat liburan menjadi lebih lengkap dan ekonomis. Selain itu, setelah aktivitas watersport,bia melanjutkan perjalanan tour ke berbagai objek wisata terdekat seperti GWK, Uluwatu dan Jimbaran.
Tanjung Benoa di Kuta Selatan, Badung ini adalah lokasi terbaik untuk mencoba watersport Flying Fish di Bali, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu spot terbaik di Indonesia. Kombinasi antara perairan yang tenang, angin ideal, fasilitas lengkap, dan pemandangan alam yang indah menjadikan pengalaman Flying Fish di sini begitu aman, seru, dan tak terlupakan. Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Bali dan ingin mencoba permainan air yang unik serta menantang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi sensasi “terbang” di atas laut bersama Flying Fish di Tanjung Benoa.
Sensasi Keseruan dan Keunikan Flying Fish di Tanjung Benoa
Liburan ke Bali rasanya tak lengkap tanpa melengkapi itinerary tour Anda ke Tanjung Benoa untuk mencoba serunya bermain watersport. Salah satu aktivitas yang sedang naik daun dan banyak dibicarakan oleh para pencinta petualangan adalah Flying Fish, sebuah permainan air ekstrem yang menggabungkan kecepatan, angin, dan sensasi melayang di udara.
Bukan tanpa alasan Flying Fish dinamakan demikian. Sesuai namanya, permainan ini benar-benar membuat Anda melayang di udara layaknya ikan terbang. Perahu karet berbentuk sayap ikan yang Anda tumpangi akan ditarik oleh speedboat berkecepatan tinggi. Saat speedboat melaju dan angin mulai mendorong permukaan perahu, Anda akan merasakan tubuh terangkat ke udara. Dalam beberapa detik, Anda akan melayang bebas di atas permukaan laut, dengan pemandangan Samudra Hindia terbentang luas di bawah kaki.
Sensasi ini tak bisa dibandingkan dengan permainan watersport lainnya. Jika parasailing membawa Anda terbang menggunakan parasut dan banana boat mengandalkan keseimbangan saat ditarik di atas air, maka Flying Fish menggabungkan keduanya, terbang dan kecepatan dalam satu pengalaman singkat tapi luar biasa mendebarkan.
baca juga; adventure parasailing tandem di Tanjung Benoa
Bagi pencinta tantangan, Flying Fish adalah aktivitas pemacu adrenalin yang wajib dicoba. Saat perahu mulai lepas landas dari permukaan laut, jantung Anda akan berdegup kencang. Suara angin yang mendesing di telinga, ketinggian beberapa meter dari laut, dan sensasi tidak menyentuh air selama beberapa saat menciptakan momen menegangkan sekaligus menyenangkan. Meski hanya berlangsung sekitar 1–2 menit di udara, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam yang akan terus diceritakan setelah liburan berakhir.
Keunikan Flying Fish Dibandingkan Watersport Lain
Flying Fish memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dari permainan air lainnya di Tanjung Benoa, Badung, antara lain:
- Desain Perahu yang Inovatif
Perahu yang digunakan berbentuk seperti ikan terbang dengan “sayap” di sisi kiri dan kanan. Ini bukan sekadar estetika, melainkan dirancang khusus agar bisa terangkat oleh angin saat ditarik dengan kecepatan tertentu. - Sensasi Terbang Tanpa Peralatan Rumit
Tidak seperti parasailing yang memerlukan tali gantung dan parasut besar, Flying Fish cukup menggunakan perahu karet dan kekuatan angin. Anda benar-benar merasakan “terbang” hanya dengan berpegangan erat pada perahu yang sedang melayang. - Bisa Dinikmati Sendiri atau Bersama
Flying Fish dapat dinaiki oleh satu, dua, hingga tiga orang sekaligus. Ini membuatnya cocok baik untuk solo traveler yang ingin tantangan sendiri, maupun untuk pasangan atau teman yang ingin berbagi keseruan bersama. - Tidak Butuh Keahlian Khusus
Tidak perlu bisa berenang atau memiliki pengalaman olahraga ekstrem sebelumnya. Flying Fish cocok untuk siapa pun yang ingin merasakan tantangan baru, dengan syarat sehat secara fisik dan mengikuti instruksi dari pemandu. - Didukung Oleh Alam dan Fasilitas Terbaik
Keseruan Flying Fish di Tanjung Benoa juga ditunjang oleh kondisi alam dan fasilitas wisata yang sangat mendukung. Ombaknya yang tenang, angin yang konsisten, serta operator watersport yang profesional menjadikan pengalaman bermain terasa aman dan nyaman. Sebelum permainan dimulai, Anda akan diberi pelampung, helm, dan instruksi keselamatan oleh instruktur berpengalaman. Semua ini membuat Flying Fish tidak hanya seru, tetapi juga aman untuk dicoba.
Selain sensasi fisiknya, Flying Fish juga menawarkan momen visual yang spektakuler. Saat Anda terangkat di udara, fotografer dari operator watersport biasanya akan mengabadikan momen tersebut. Hasil foto sangat menarik, cocok untuk diunggah di media sosial dan menjadi kenang-kenangan seru selama liburan Anda di Bali. Tak heran jika banyak wisatawan menyebut Flying Fish sebagai “permainan sekali seumur hidup yang wajib dicoba”.
Jadi Flying Fish di Tanjung Benoa bukan sekadar permainan air biasa, ini adalah pengalaman aktivitas liburan ekstrem yang penuh sensasi, keseruan, dan keunikan. Dengan kondisi alam yang mendukung, peralatan yang aman, dan pemandangan laut yang menawan, Flying Fish menjadi salah satu aktivitas watersport paling diminati di Bali saat ini.
Jika Anda sedang merencanakan liburan ke Pulau Dewata dan ingin mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda dari biasanya, Flying Fish adalah pilihan tepat untuk memacu adrenalin sekaligus menciptakan kenangan yang tak terlupakan.
baca juga; daftar aktivitas watersport di Tanjung Benoa
Apakah Flying Fish Cocok untuk Pemula?
Liburan ke Bali adalah momen yang tepat untuk mencoba berbagai hal baru, termasuk aktivitas watersport yang mendebarkan seperti Flying Fish. Bagi para wisatawan yang belum pernah mencoba olahraga air ekstrem sebelumnya, pertanyaan yang paling umum muncul adalah: apakah Flying Fish cocok untuk pemula?
Jawabannya adalah YA, Flying Fish cocok untuk pemula, namun dengan beberapa catatan penting terkait kesiapan fisik, mental, dan pemahaman akan prosedur keselamatan. Permainan ini memang menawarkan sensasi ekstrem karena Anda akan melayang di udara di atas laut, tetapi bukan berarti hanya diperuntukkan bagi profesional atau atlet. Justru, banyak pemula yang mencobanya sebagai pengalaman pertama dan mengaku sangat puas serta ketagihan!
Berikut ini penjelasan mengapa Flying Fish tetap aman dan cocok bagi pemula:
1. Tidak Membutuhkan Keahlian Khusus
Salah satu alasan utama Flying Fish cocok untuk pemula adalah karena permainan ini tidak memerlukan keterampilan atau pengalaman teknis tertentu. Anda tidak perlu bisa berenang, menyelam, atau memiliki kekuatan fisik luar biasa. Selama Anda bisa mengikuti instruksi sederhana, berani menghadapi tantangan, dan dalam kondisi kesehatan yang baik, Flying Fish sangat mungkin untuk dinikmati.
Biasanya, sebelum bermain, Anda akan menerima briefing singkat dari instruktur, yang menjelaskan hal-hal penting seperti:
- Posisi duduk yang benar di atas perahu karet.
- Cara berpegangan erat saat perahu terangkat.
- Sikap tubuh yang aman saat di udara dan saat mendarat kembali ke air.
- Instruksi ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, bahkan oleh pemula yang baru pertama kali mengikuti aktivitas watersport.
2. Dilengkapi Peralatan Keamanan yang Lengkap
Semua peserta Flying Fish wajib menggunakan jaket pelampung (life jacket) dan helm pelindung. Ini adalah standar keselamatan utama yang diberlakukan oleh operator watersport profesional di Tanjung Benoa. Dengan perlengkapan ini, Anda tetap mengapung jika jatuh ke air, dan kepala Anda terlindungi dari benturan.
Selain itu, selama permainan berlangsung, Anda akan ditemani oleh instruktur (jika dibutuhkan), atau diawasi dari speedboat penarik. Jadi, meskipun Anda pemula, Anda tidak akan dibiarkan sendiri tanpa pengawasan.
3. Sensasi yang Singkat Tapi Intens
Flying Fish biasanya hanya berlangsung sekitar 3–5 menit per sesi, sehingga pemula tidak perlu khawatir akan kelelahan atau merasa kewalahan. Justru, karena waktunya cukup singkat namun penuh intensitas, permainan ini sangat ideal untuk pemula yang ingin mencoba tantangan baru tanpa harus menguras tenaga atau menghadapi risiko jangka panjang.
Dalam waktu beberapa menit itu, Anda akan mengalami:
- Aksi ditarik oleh speedboat berkecepatan tinggi.
- Tubuh terangkat ke udara beberapa meter di atas laut.
- Sensasi melayang seperti sedang “terbang” di atas ombak.
- Semua ini memberikan pengalaman unik dan mendebarkan, namun tetap dalam durasi yang aman dan terkendali.
4. Cocok untuk Berbagai Usia dan Kondisi Tubuh
Aktivitas wisata bahari ini umumnya cocok untuk orang dewasa dan remaja yang memiliki kondisi fisik sehat. Banyak wisatawan usia 20-an hingga 50-an yang mencoba permainan ini sebagai pengalaman baru selama liburan. Bahkan, jika Anda tidak terlalu atletis, Flying Fish tetap bisa dinikmati karena tidak memerlukan stamina tinggi atau tenaga besar.
Namun, tentu ada batasan tertentu, seperti:
- Tidak disarankan untuk ibu hamil.
- Tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung, epilepsi, atau gangguan tulang belakang.
- Pemilik fobia ketinggian atau tekanan ekstrem mungkin sebaiknya mempertimbangkan permainan yang lebih ringan.
Sebelum memulai, pihak operator biasanya akan menanyakan kondisi kesehatan Anda sebagai bagian dari prosedur keselamatan standar.
5. Instruktur Profesional Selalu Siaga
Tanjung Benoa, sebagai pusat watersport di Bali, memiliki operator-operator berpengalaman dan terlatih dalam menangani peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemula. Para instruktur telah terbiasa mendampingi wisatawan asing maupun lokal yang baru pertama kali mencoba Flying Fish. Mereka akan memberikan arahan yang jelas, serta memastikan setiap peserta merasa nyaman dan aman sebelum memulai permainan.
Jika Anda merasa ragu atau takut saat akan mulai, instruktur juga siap menenangkan dan menjelaskan lebih lanjut agar Anda merasa percaya diri.
6. Momen Seru dan Tak Terlupakan untuk Pemula
Banyak pemula yang awalnya merasa gugup mencoba Flying Fish, tetapi setelah selesai, justru merasa puas dan ingin mencobanya lagi. Sensasi melayang, terpaan angin laut di wajah, serta suara tawa dan teriakan bahagia menciptakan momen liburan yang sulit dilupakan.
Ditambah lagi, banyak operator menyediakan jasa dokumentasi (foto/video) sehingga pemula bisa menyimpan kenangan pertama mereka mencoba permainan ekstrem ini sebagai bagian dari cerita liburan yang membanggakan.
Kesimpulan: Flying Fish Aman dan Menyenangkan untuk Pemula
Secara keseluruhan, Flying Fish sangat cocok untuk pemula yang ingin merasakan sensasi ekstrem dengan cara yang aman, terkontrol, dan menyenangkan. Permainan ini tidak menuntut keahlian teknis, dilengkapi dengan peralatan keselamatan, serta diawasi oleh instruktur profesional. Dengan waktu permainan yang singkat namun intens, Flying Fish menjadi pilihan ideal untuk siapa saja yang ingin melampaui zona nyaman dan menciptakan pengalaman liburan yang benar-benar berbeda.
Jika Anda belum pernah mencoba aktivitas seperti ini sebelumnya, Flying Fish bisa menjadi langkah awal terbaik untuk mengenal dunia watersport, dan siapa tahu, bisa jadi awal dari petualangan-petualangan seru Anda berikutnya untuk mencoba aktivitas lainnnya yang lebih seru dan menantang seperti aktivitas flyboard.
lanjut baca; flyboard di Tanjung Benoa
Tips Aman Bermain Flying Fish di Tanjung Benoa Bali
- Pastikan Kondisi Tubuh Sehat dan Fit
Sebelum mencoba Flying Fish, pastikan tubuh Anda dalam kondisi sehat, bugar, dan bebas dari gangguan medis. Permainan ini tidak dianjurkan untuk: ibu hamil, penderita gangguan jantung, orang dengan masalah tulang belakang dan orang yang baru sembuh dari cedera serius. Kondisi fisik yang prima akan membantu Anda mengatasi tekanan saat perahu melayang dan menjaga keseimbangan tubuh di udara. - Ikuti Arahan dan Briefing dari Instruktur
Sebelum bermain, Anda akan diberikan briefing singkat oleh instruktur profesional. Dengarkan dengan seksama dan ikuti semua arahan, terutama: posisi duduk yang benar, cara berpegangan pada tali perahu, sikap tubuh saat perahu terangkat dan hal yang harus dilakukan saat mendarat kembali di air. Jangan ragu bertanya jika ada hal yang belum Anda pahami. Keselamatan sangat bergantung pada pemahaman Anda terhadap instruksi yang diberikan. - Gunakan Peralatan Keamanan dengan Benar
Setiap peserta wajib memakai life jacket (jaket pelampung) dan bila perlu helmet pelindung kepala untuk keamanan, pastikan semua peralatan terpasang dengan benar dan nyaman, tidak terlalu longgar atau terlalu ketat. Mintalah bantuan instruktur jika perlu. - Perhatikan Posisi Duduk dan Pegangan
Selama permainan, duduklah dengan posisi tegak atau tidur terlentang dengan mantap di atas bagian tengah perahu, genggam erat pegangan tali atau pengaman di bagian depan perahu dengan kedua tangan. Jangan berdiri atau melepas pegangan saat perahu sedang melayang atau ditarik oleh speedboat, pegangan yang kuat adalah kunci utama untuk menjaga posisi tubuh tetap aman di udara. - Jangan Panik Saat Terangkat ke Udara
Ketika perahu mulai terbang, banyak pemula merasa panik karena sensasi melayang cukup mengejutkan. Tapi usahakan tetap tenang, bernapaslah secara normal, dan fokus menjaga posisi tubuh tetap seimbang. Jika Anda merasa tidak sanggup, cukup berteriak atau memberi isyarat agar operator menurunkan kecepatan atau menghentikan permainan lebih awal. - Gunakan Pakaian yang Tepat
Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak longgar, seperti baju renang atau pakaian quick-dry, celana pendek yang pas di tubuh, hindari pakaian terlalu longgar, aksesori, atau perhiasan yang bisa terlepas saat terbang, dan jangan lupa membawa pakaian ganti setelah bermain karena Anda akan basah kuyup saat mendarat. - Periksa Kondisi Cuaca dan Ombak
Flying Fish sangat bergantung pada kecepatan angin dan kondisi ombak. Pastikan Anda bermain saat cuaca cerah, angin sedang dan stabil, dan ombak laut tenang. Biasanya operator hanya mengizinkan Flying Fish berlangsung jika kondisi memungkinkan. Jangan memaksa bermain saat cuaca buruk karena dapat membahayakan keselamatan Anda. - Dokumentasi? Biarkan Tim Operator yang Mengambil
Jika Anda ingin mengabadikan momen saat melayang di udara, biarkan tim dokumentasi dari operator yang mengambilnya. Jangan membawa ponsel, kamera, atau alat elektronik sendiri, karena sangat rawan jatuh dan rusak. Biasanya tersedia juga paket dokumentasi dengan hasil foto atau video profesional, yang bisa dibeli setelah bermain. - Jangan Dipaksakan Jika Takut atau Ragu
Terakhir, meskipun Flying Fish sangat seru, jangan memaksakan diri jika Anda merasa takut berlebihan atau tidak siap mental. Ada banyak pilihan watersport lain di Tanjung Benoa yang lebih ringan, seperti banana boat, donut boat, atau snorkeling.
Flying Fish adalah salah satu permainan air paling menegangkan dan menyenangkan di Bali, dan bisa aman untuk pemula asalkan diikuti dengan persiapan dan kesadaran akan prosedur keselamatan. Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda bisa menikmati pengalaman melayang di atas laut dengan perasaan senang, aman, dan penuh kesan. Ingat, keselamatan dan kenyamanan adalah yang utama dalam liburan.
baca juga; tips liburan murah di Bali
Apakah ada Potensi bahaya saat bermain?
Bermain Flying Fish di Tanjung Benoa Badung ini bisa menjadi pengalaman yang sangat seru, namun ada potensi bahaya jika tidak mengikuti prosedur keselamatan dengan benar. Berikut beberapa faktor risiko dan cara meminimalkannya, dan berikut potensi bahaya ketika bermain:
- Terjatuh ke laut
Jika tidak berpegangan dengan kuat atau tidak mengikuti instruksi, peserta bisa terjatuh saat flying fish meloncat di udara. - Cedera otot atau terkilir
Manuver udara yang ekstrem bisa menyebabkan otot tertarik atau terkilir, terutama jika tubuh tidak siap. - Benturan dengan flying fish
Jika keseimbangan hilang, kepala atau badan bisa terbentur bagian keras dari perahu karet. - Peralatan keselamatan yang tidak layak
Pelampung yang longgar, helm yang tidak dikenakan, atau peralatan aus bisa memperbesar risiko. - Kondisi cuaca buruk atau ombak tinggi
Cuaca ekstrem bisa membuat wahana lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Flying Fish di Tanjung Benoa relatif aman jika dilakukan dengan operator terpercaya dan mengikuti standar keselamatan. Namun, seperti semua aktivitas ekstrem, tetap ada risiko. Pastikan kamu memilih tempat yang memiliki reputasi baik dan peralatan lengkap.
Harga Flying Fish di Tanjung Benoa
Harga aktivitas Flying Fish di Tanjung Benoa dikenakan sebesar Rp 170.000/orang
Berikut detail ketentuan permainan Flying Fish di Tanjung Benoa:
- Durasi permainan berlangsung selama dua kali putaran, dengan total waktu sekitar 4–5 menit.
- Tarif berlaku sama untuk orang dewasa maupun anak-anak.
- Harga khusus ini hanya berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI).
- Minimal pemesanan adalah untuk dua peserta.
- Harga online hanya dapat diperoleh jika Anda melakukan pemesanan melalui website ini
- Peserta yang mendapatkan perlindungan asuransi harus berusia minimal 8 tahun dan maksimal 70 tahun.
- Anak-anak dengan tubuh yang terlalu kecil meskipun usianya sudah cukup bisa saja tidak diizinkan mengikuti aktivitas.
- Jika terjadi kondisi cuaca ekstrem atau hujan lebat, permainan akan dibatalkan dan pembayaran dikembalikan sepenuhnya.
- Aktivitas ini tidak diperbolehkan untuk wanita hamil, penderita penyakit jantung, atau mereka yang sedang dalam pengobatan medis.
Pilihan Transportasi Menuju Tanjung Benoa
- Sewa Sepeda Motor
Salah satu cara paling praktis dan hemat untuk menuju Tanjung Benoa di Kuta Selatan Badung ini adalah dengan menyewa sepeda motor. Pilihan ini cocok bagi wisatawan solo atau pasangan yang ingin menjelajahi Bali secara bebas tanpa tergantung jadwal atau sopir. Dengan sepeda motor, Anda bisa langsung menuju lokasi watersport dengan cepat dan mudah, terutama saat lalu lintas padat. - Sewa Mobil Dengan atau Tanpa Supir
Bagi wisatawan yang berlibur bersama keluarga atau rombongan kecil, sewa mobil menjadi pilihan ideal karena memberikan kenyamanan, privasi, dan ruang yang cukup luas. Jika Anda menyewa mobil tanpa supir, Anda bisa menikmati kebebasan berkendara sendiri, namun tetap harus paham rute dan kondisi jalan. Sedangkan dengan supir, Anda cukup duduk santai tanpa repot mengemudi, karena sopir lokal umumnya sudah mengenal jalur tercepat menuju Tanjung Benoa. Pilihan ini juga sangat fleksibel jika Anda berencana mampir ke beberapa destinasi wisata lain dalam satu hari. - Taksi atau Transportasi Online
Menggunakan taksi atau layanan transportasi online seperti Grab dan Gojek bisa menjadi alternatif yang mudah dan cepat, terutama bagi Anda yang hanya ingin bepergian sekali jalan tanpa harus sewa kendaraan seharian penuh. Layanan ini bisa dipesan langsung dari hotel atau tempat menginap, sehingga sangat praktis. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua area di Tanjung Benoa mengizinkan kendaraan online masuk, terutama di zona eksklusif hotel. - Shuttle dari Operator Watersport
Banyak operator watersport di Tanjung Benoa yang menyediakan layanan antar-jemput gratis untuk para peserta permainan, terutama mereka yang menginap di kawasan Nusa Dua, Tanjung Benoa, Jimbaran, Kuta, dan sekitarnya. Namun, layanan ini biasanya hanya berlaku dengan syarat tertentu, seperti jumlah minimal peserta, jenis paket permainan yang diambil, dan lokasi penginapan Anda harus berada dalam area jangkauan shuttle. - Paket Layanan Tour
Opsi lainnya yang populer adalah memesan paket layanan tour harian yang sudah mencakup transportasi, kunjungan ke beberapa objek wisata sekaligus, dan aktivitas watersport di Tanjung Benoa. Paket semacam ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berwisata secara efisien dalam satu hari penuh, tanpa harus repot menyusun rencana perjalanan sendiri. Biasanya, destinasi wisata yang digabungkan dalam paket tour ini meliputi Tanjung Benoa, GWK, Pantai Pandawa, Pura Uluwatu, hingga makan malam seafood di Jimbaran, yang semuanya terletak di wilayah Bali Selatan, kabupaten Badung.
lanjut baca; paket tour Tanjung Benoa – Uluwatu
