Pulau Bali tidak hanya tersohor sebagai destinasi wisata dengan pantai-pantai eksotis, budaya yang kaya, dan keramahan penduduk lokalnya. Di balik keindahan alam dan budaya tersebut, Bali juga menyimpan harta karun lain yang tak kalah memukau: kekayaan hayati dan ekosistem yang unik.
Dari hutan hujan tropis yang masih asri hingga pegunungan berkabut dan sawah berundak yang memukau, pulau ini menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk berbagai jenis burung eksotis yang hanya bisa ditemukan di wilayah Indonesia.
Di tengah tantangan modernisasi dan tekanan terhadap habitat alami, upaya pelestarian alam dan pendidikan lingkungan menjadi semakin penting. Masyarakat dan wisatawan kini mulai sadar bahwa menjaga keseimbangan ekosistem adalah kunci untuk memastikan warisan alam ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Maka tak heran, tempat-tempat wisata berbasis edukasi dan konservasi mulai mendapatkan tempat istimewa di hati para pelancong, baik lokal maupun mancanegara.
Salah satu bentuk nyata dari sinergi antara pariwisata, konservasi, dan edukasi tersebut dapat ditemukan di destinasi yang sangat istimewa: Bali Bird Park atau Taman Burung yang terletak di di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Taman ini bukan sekadar tempat untuk melihat burung cantik dari berbagai belahan dunia, melainkan juga menjadi ruang belajar terbuka yang menyenangkan bagi anak-anak, keluarga, pecinta satwa, hingga peneliti. Di sinilah pengunjung tour bisa berinteraksi langsung dengan burung eksotis, menyaksikan proses konservasi spesies langka, dan memahami lebih dalam betapa pentingnya menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.
Dengan latar belakang yang demikian kuat akan pentingnya pelestarian alam, kehadiran Bali Bird Park menjadi sangat relevan dan berharga. Taman ini dihuni oleh ratusan spesies burung dan pertunjukan edukatif, yang akan membuat aktivitas liburan anda bersama rekan, sahabat, anak-anak dan keluarga akan lebih seru dan menyenangkan. Di tengah hiruk-pikuk pariwisata Bali yang terus berkembang, taman ini menjadi oase ketenangan dan pusat pembelajaran yang menginspirasi.
Dan berikut dalam halaman ini akan kami ajak Anda untuk mengenal lebih dekat akan keberadaan Bali Bird Pak di Gianyar ini, berikut informasi koleksi burung dari berbagai benua, daya tarik wisata yang ditawarkan dan harga tiket masuk terbaru ke taman ini, yang nantinya bisa melengkapi itinerary tour anda.
baca juga; paket tour populer di Bali
Daya Tarik Wisata Bali Bird Park di Gianyar
-
Koleksi Burung Eksotis dari Seluruh Dunia
Bali Bird Park berdiri di atas lahan seluas 2 hektar, memiliki lebih dari 1.000 ekor burung dari sekitar 250 spesies, baik yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara. Pengunjung dapat menjumpai juga yang langka seperti Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung endemik yang kini terancam punah dan menjadi ikon konservasi. Selain itu, terdapat spesies lain seperti macaw dari Amerika Selatan, elang laut, kasuari dari Papua, beo dari Afrika, hingga flamingo. Taman ini dirancang dengan zona habitat menyerupai lingkungan aslinya dari berbagai wilayah seperti Bali, Sumatera, Kalimantan, Papua, Afrika, Amerika Selatan, dan Australia, yang memungkinkan pengunjung merasakan nuansa “keliling dunia” dalam satu tempat.
-
Interaksi Langsung dan Edukasi Menyenangkan
Salah satu daya tarik utama di Bali Bird Park adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan berbagai jenis burung jinak. Pengunjung dapat memberi makan mereka, foto dengan burung yang hinggap di tangan atau bahu, hingga menyaksikan mereka terbang bebas dalam pertunjukan atraktif. Aktivitas liburan ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, terutama bagi anak-anak yang belajar mengenal satwa dengan cara menyenangkan. Taman ini memiliki berbagai sesi edukatif seperti “Pelican Feeding”, “Papua Rainforest Feeding”, “Bird Stars Show”, dan “Basic Avian Encounter” yang mengajarkan pengunjung mengenai habitat, pola makan, dan perilakunya.
-
Pertunjukan Burung dan Atraksi Harian
Setiap hari, Bali Bird Park menyelenggarakan jadwal atraksi secara berkala di beberapa zona. Pertunjukan seperti “Bali Rainforest Free Flight” menampilkan jenis pemangsa seperti elang dan burung hantu terbang di atas kepala penonton dengan teknik alami yang mengesankan. Pertunjukan lainnya seperti “Meet the Bird Stars” memperkenalkan berbagai jenis yang pintar dan terlatih. Semua atraksi ini menampilkan kedekatan dengan pelatihnya, serta memberikan wawasan mengenai pentingnya pelestarian satwa liar.
-
Area Reptil dan Satwa Tambahan
Tak hanya burung, di dalam kompleks Bali Bird Park juga terdapat Reptile Park, yaitu taman khusus yang menampilkan berbagai jenis reptil seperti ular, iguana, kadal, dan buaya. Salah satu bintang utama di sini adalah komodo, kadal raksasa endemik dari Pulau Komodo, yang dapat dilihat dari dekat dalam habitat yang telah disesuaikan. Kehadiran zona reptil ini menjadikan Bali Bird Park sebagai tempat edukatif yang lengkap bagi pecinta satwa liar, tentunya akan menambah pengalaman liburan Anda, apalgi ketika bersama anak-anak.
-
Lingkungan Hijau, Sejuk, dan Tertata Rapi
Taman seluas 2 hektar ini dirancang menyerupai taman tropis yang asri dan sejuk. Jalur pejalan kaki ditata dengan rapi dan dilengkapi dengan papan informasi di setiap kandang, menjadikan pengalaman berjalan di antara pohon-pohon rindang dan suara kicauan mereka terasa damai. Lanskap taman ini sangat cocok untuk kegiatan keluarga, anak-anak, dan juga fotografer yang ingin mengabadikan keindahan flora dan fauna.
-
Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan
Bali Bird Park menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti restoran, kafe, area bermain anak, toilet bersih, kursi roda, dan toko suvenir. Terdapat juga bird nursery, yaitu pusat penangkaran yang memperlihatkan proses penetasan telur hingga perawatan bayi. Bagi pengunjung yang ingin menjelajah dengan santai, tersedia juga fasilitas shuttle tour dalam taman.
-
Dukungan Konservasi dan Penangkaran
Lebih dari sekadar tempat wisata, Bali Bird Park juga memiliki misi konservasi yang kuat. Program penangkaran burung langka seperti Jalak Bali dilakukan secara berkelanjutan di bawah pengawasan ahli ornitologi. Kegiatan edukasi tentang pentingnya pelestarian dan habitatnya juga disampaikan secara menarik kepada pengunjung, baik melalui papan informasi maupun presentasi interaktif.
-
Aktivitas Keluarga dan Peluang Foto Tak Terbatas
Bali Bird Park di Singapadu Gianyar ini sangat cocok untuk wisata keluarga karena suasananya yang aman, nyaman, dan edukatif. Anak-anak dapat bermain sambil belajar mengenai kehidupan burung, sementara orang dewasa bisa menikmati pengalaman menyegarkan di alam terbuka. Setiap sudut taman ini pun menyajikan spot foto liburan Instagramable, mulai dari latar belakang burung eksotis hingga taman yang hijau dan estetik.
all foto via: Bali Bird Park
Koleksi Spesies dari Berbagai Benua
Seperti diketahui koleksi burung menjadi daya tarik wisata utama di Bali Bird Park, koleksi berasal dari berbagai belahan dunia. Dengan lebih dari 1.000 ekor yang mewakili lebih dari 250 spesies, taman ini menjadi surga tersendiri bagi para pencinta burung dan fotografer satwa liar. Seluruh kawasan taman dirancang menyerupai ekosistem asli dari tiap-tiap spesies, sehingga selain menjadi atraksi wisata, Bali Bird Park juga berfungsi sebagai pusat konservasi dengan pendekatan ilmiah.
Untuk menghadirkan suasana liburan yang otentik, taman ini membagi koleksinya ke dalam zona-zona geografis, lengkap dengan lanskap, tanaman khas, serta desain habitat yang menyerupai kondisi alami di tempat asalnya. Berikut informasi mengenai tiap zona dan spesies unggulannya:
1. Zona Indonesia (Archipelago Zone)
Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati luar biasa, menjadi rumah bagi sejumlah besar burung endemik. Di zona ini, pengunjung akan dikenalkan dengan beberapa spesies khas yang menjadi kebanggaan nasional:
- Jalak Bali (Leucopsar rothschildi): Berwarna putih bersih dengan garis biru di sekitar mata ini merupakan maskot konservasi Bali. Statusnya yang sangat terancam punah membuat program penangkaran Jalak Bali di taman ini menjadi sangat penting.
- Cendrawasih: Dikenal sebagai “bird of paradise,” berasal dari Papua dan terkenal akan bulunya yang mencolok dan tarian kawinnya yang unik.
- Rangkong (Hornbill): Dengan paruh besar dan suara yang menggema di hutan tropis, Rangkong menjadi simbol penting dalam budaya suku-suku pedalaman Kalimantan dan Sumatra.
- Elang Bondol dan Elang Jawa: Kedua pemangsa ini merupakan predator penting dalam rantai ekosistem dan menghadapi tekanan habitat yang cukup besar.
Zona Indonesia ini menjadi salah satu yang paling mendalam secara edukatif, karena menyampaikan narasi tentang pentingnya konservasi spesies endemik di tengah ancaman deforestasi dan perburuan liar.
2. Zona Afrika
Membawa suasana sabana Afrika ke tengah pulau tropis, zona ini menghadirkan pengalaman visual yang sangat menarik. Di sini, pengunjung akan menjumpai:
- Flamingo: Dengan warna merah muda mencolok dan kebiasaan berdiri dengan satu kaki, flamingo menjadi favorit banyak pengunjung, terutama anak-anak.
- Burung Unta (Ostrich): Jenis terbesar di dunia ini tidak bisa terbang, tetapi memiliki kemampuan berlari hingga 70 km/jam. Pengunjung dapat melihat langsung kekuatan dan ukuran tubuhnya dari dekat.
- Pelikan Afrika (Great White Pelican): Dikenal karena kantung paruhnya yang besar dan digunakan untuk menangkap ikan, pelikan sering terlihat berenang santai di kolam buatan yang luas.
Zona Afrika dirancang terbuka, dengan area lapang yang menyerupai padang rumput dan kolam dangkal, menciptakan ilusi safari Afrika yang sangat realistis.
3. Zona Amerika Selatan
Kawasan tropis Amerika Selatan dikenal memiliki hutan hujan yang menjadi habitat bagi burung paling berwarna di dunia. Di Bali Bird Park, beberapa paling mencolok dari wilayah ini termasuk:
- Macaw (Ara sp.): Berukuran besar dengan bulu berwarna cerah, seperti merah, biru, dan kuning yang dikenal karena kecerdasannya dan kemampuannya meniru suara manusia.
- Toco Toucan (Ramphastos toco): Dengan paruh besar berwarna jingga yang mencolok, toucan menjadi ikon hutan Amazon dan sering digambarkan dalam berbagai produk budaya pop.
- Burung Aracari: Kerabat kecil dari toucan yang memiliki warna kontras dan bentuk tubuh yang ramping.
Zona ini juga menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan burung jinak, termasuk memberi makan atau sekadar foto dengan mereka yang bertengger di tangan atau bahu.
4. Zona Australia
Australia terkenal sebagai benua dengan spesies burung unik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Bali Bird Park menghadirkan nuansa Australia yang khas melalui spesies berikut:
- Kakatua Jambul Kuning dan Jambul Sulfur: Kakatua merupakan jenis yang sangat sosial dan cerdas, mampu menirukan suara manusia serta menunjukkan emosi lewat gestur tubuhnya.
- Nuri Pelangi (Rainbow Lorikeet): Burung kecil dengan warna pelangi ini sangat aktif dan biasa terlihat terbang dalam kawanan, serta senang memakan buah dan nektar.
- Burung Emu: Tertinggi kedua setelah burung unta, Emu tidak bisa terbang namun memiliki kemampuan lari yang cepat dan kaki yang kuat.
Zona Australia dirancang dengan pepohonan rendah, semak belukar, dan area terbuka seperti padang semak khas benua selatan.
Pertunjukan dan Aktivitas Interaktif di Bali Bird Park
Berkunjung dalam rangkaian tour bersama anak dan keluarga ke objek wisata Bali Bird Park, selain menyajikan koleksi burung dari berbagai belahan dunia, Bali Bird Park juga menawarkan serangkaian pertunjukan dan aktivitas interaktif yang dirancang untuk menghibur sekaligus mendidik pengunjung.
Aktivitas-aktivitas wisata ini menjadikan kunjungan tour ke taman ini lebih dari sekadar berjalan-jalan melihat burung di kandang, pengunjung benar-benar dapat berinteraksi, belajar, dan bahkan menjadi bagian dari pengalaman satwa liar secara langsung.
Program-program ini berlangsung sepanjang hari dengan jadwal yang teratur dan melibatkan berbagai spesies yang telah dilatih dan dibiasakan dengan kehadiran manusia. Berikut adalah beberapa pertunjukan dan aktivitas favorit yang tersedia di Bali Bird Park Gianyar:
- Basic Instinct – Birds of Prey Show
Ini adalah salah satu atraksi paling menarik dan menegangkan di taman. Dalam pertunjukan ini, pengunjung dapat menyaksikan aksi pemangsa seperti elang, burung hantu, dan falcon dalam mendemonstrasikan kemampuan berburu mereka di udara. Pemangsa ini akan terbang rendah melintasi kepala penonton, mendarat di sarung tangan pelatih, dan menunjukkan refleks luar biasa saat memburu umpan secara langsung. Pengunjung akan mendapat wawasan mengenai karakteristik predator langit ini, mulai dari bentuk paruh dan cakar, strategi berburu, hingga perannya dalam ekosistem. - Free Flight Bird Show – Bali Rainforest
Pertunjukan ini membawa penonton masuk ke dalam nuansa hutan tropis Bali. Beragam spesies burung tropis seperti macaw, rangkong, nuri, dan kakatua dilepas terbang bebas di area terbuka. Mereka akan terbang berkelompok, melakukan formasi indah, dan kembali ke pelatih dengan aba-aba. Pertunjukan ini menonjolkan keindahan warna bulu dan kemampuan koordinasi mereka dalam kelompoknya. Sangat memukau bagi siapa saja yang belum pernah melihat ratusan burung terbang serentak di langit Bali. - Lory Feeding – Memberi Makan Burung Nuri
Aktivitas ini memberikan kesempatan unik kepada pengunjung untuk memberi makan langsung burung nuri yang jinak dan penuh warna. Mereka ini sangat ramah, sering kali hinggap di tangan, bahu, atau kepala pengunjung sambil menyantap buah dan nektar dari wadah. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan untuk anak-anak, tetapi juga membantu mereka belajar tentang makanan dan perilaku sosial burung nuri. Pemandu akan memfasilitasi proses ini dan memastikan keamanan pengunjung dan satwa. - Meet the Bird Stars – Foto dan Berinteraksi dengan Burung Jinak
Dalam sesi ini, pengunjung diajak bertemu langsung dengan beberapa “bintang” taman burung seperti macaw, hantu, kakatua, dan jalak bali. Mereka ini dilatih untuk berinteraksi dengan tenang dan dapat diajak berfoto secara aman. Pengunjung bisa memegang burung di lengan dengan bantuan sarung tangan khusus, berpose untuk foto, atau sekadar menyentuh bulunya yang lembut. Petugas akan membantu selama sesi berlangsung agar semua interaksi tetap nyaman dan aman bagi satwa. Cocok untuk koleksi foto liburan keluarga! - Pelican Feeding
Setiap hari, pengunjung dapat menyaksikan proses pemberian makan burung pelikan. Dengan paruh besar dan teknik khasnya menangkap ikan, pelikan menunjukkan kebiasaannya di habitat air. Pengunjung bahkan bisa membantu melemparkan ikan ke kolam dan menyaksikan mereka ini menyergap makanan dengan cepat. Aktivitas ini juga dilengkapi penjelasan edukatif mengenai anatomi unik burung pelikan dan cara mereka berburu di alam liar. - 4D Avian Theater
Bali Bird Park juga memiliki bioskop mini 4D yang menyajikan film-film bertema satwa liar dan lingkungan hidup. Dengan durasi sekitar 15–20 menit, film ini cocok untuk keluarga dan anak-anak karena menyampaikan pesan konservasi melalui animasi dan efek visual yang menarik. Kursi di teater ini dilengkapi dengan efek getar dan semprotan angin untuk memberikan sensasi lebih nyata sesuai isi film. Cocok sebagai jeda rehat dari aktivitas outdoor di taman. - Komodo Experience (tergantung jadwal)
Selain burung, Bali Bird Park juga menghadirkan satwa ikonik Indonesia lainnya: Komodo. Meskipun tidak interaktif secara langsung karena faktor keamanan, pengunjung dapat menyaksikan hewan purba ini dari dekat dan belajar mengenai kebiasaan serta habitat alaminya melalui papan informasi dan pemandu.
Interaksi yang Mendidik dan Ramah Keluarga
Semua aktivitas liburan dan wisata di Bali Bird Park dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga memberikan edukasi tentang dunia burung, ekologi, dan pentingnya konservasi. Tim pemandu yang profesional akan menjelaskan setiap pertunjukan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Bagi keluarga dengan anak-anak, taman ini menjadi tempat liburan dan belajar yang menyenangkan, memadukan rekreasi dengan ilmu pengetahuan secara alami dan interaktif, berbagai pengalaman menarik akan bisa anda temukan selama keliling tour di tempat ini.
Jadwal Atraksi Harian Bali Bird Park
Berikut adalah jadwal pertunjukan dan aktivitas yang bisa Anda saksikan:
- Sepanjang hari: Guyu-Guyu Corner, Explore Papua, 4D Cinema, Wild Encounter Photo
- 09.30 & 13.00: Pemberian makan parkit lucu (Pesky Parakeet Feeding)
- 10.00 & 13.15: Aksi si pelikan (Potty Pelican)
- 10.30 & 16.00: Atraksi burung terbang bebas di Bali Rainforest
- 11.00: Bertemu Komodo secara langsung (Komodo Experience)
- 11.30 & 15.00: Pertunjukan Basic Instinct Free Flight
- 12.00, 13.30, 16.30: Interaksi dan foto dengan burung jinak (Meet The Bird Stars)
- 12.45: Free Flight di Hutan Papua
- 14.30: Parade burung pecuk (Pecuk Parade)
Fokus Konservasi dan Edukasi
Di balik pesonanya sebagai destinasi wisata keluarga, Bali Bird Park memiliki peran yang jauh lebih besar dan bermakna dalam dunia konservasi. Taman ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya burung-burung langka dan endemik yang menghadapi ancaman kepunahan. Komitmen ini menjadikan Bali Bird Park sebagai pelopor dalam upaya konservasi berbasis pariwisata di Indonesia.
Konservasi Jalak Bali: Simbol Ketahanan dan Harapan
Salah satu fokus utama konservasi di Bali Bird Park Gianyar adalah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung endemik Pulau Bali yang saat ini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah menurut IUCN. Burung berwarna putih bersih dengan mata biru mencolok ini pernah hampir punah total di alam akibat perburuan liar dan hilangnya habitat alaminya.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kekayaan hayati lokal, objek wisata Bali Bird Park menjalankan program penangkaran Jalak Bali yang terencana dan berkelanjutan. Upaya ini melibatkan:
- Pengembangbiakan Jalak Bali dalam lingkungan semi-alami, yang meniru habitat aslinya namun tetap berada dalam pengawasan ahli.
- Identifikasi genetik dan pencatatan silsilah, untuk memastikan keanekaragaman genetik tetap terjaga dan menghindari inbreeding.
- Kolaborasi dengan lembaga konservasi, seperti BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), LIPI (sekarang BRIN), hingga lembaga internasional seperti BirdLife International dan World Parrot Trust.
- Pelepasan ke alam liar secara bertahap, yang dilakukan dengan hati-hati di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bali Barat, disertai monitoring pasca-lepasliar.
Berkat dedikasi jangka panjang ini, populasi Jalak Bali yang semula hanya tersisa belasan ekor di alam liar, kini mulai menunjukkan pemulihan secara perlahan. Program ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara konservasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan hasil positif.
Penangkaran dan Perlindungan Spesies Lain
Selain Jalak Bali, Bali Bird Park di Gianyar ini juga menampung dan mengembangbiakkan berbagai spesies burung lain yang juga terancam di habitat asalnya, seperti: Cendrawasih Papua, Rangkong Sumatra, Kakatua jambul kuning, Elang jawa dan pemangsa lainnya
Setiap spesies ditangani oleh tim ahli yang memahami kebutuhan ekologi, pola makan, serta perilaku sosial burung tersebut. Fasilitas penangkaran yang modern dan terintegrasi dengan sistem edukasi menjadikan Bali Bird Park sebagai pusat pembelajaran konservasi yang hidup.
Edukasi Lingkungan: Menumbuhkan Kesadaran Sejak Dini
Konservasi tidak akan berhasil tanpa adanya kesadaran masyarakat luas, khususnya generasi muda. Karena itu, objek wisata Bali Bird Park juga menjalankan program edukasi lingkungan yang dirancang untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK hingga mahasiswa dan komunitas umum. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam sejak usia dini.
Beberapa program edukasi unggulan antara lain:
- Program Edukasi Sekolah
Taman ini membuka pintu bagi kunjungan edukatif dari sekolah-sekolah lokal maupun internasional. Siswa diajak mengikuti tour berpemandu, menyaksikan pertunjukan burung, berpartisipasi dalam kegiatan interaktif seperti memberi makan, dan mengikuti kuis atau worksheet bertema satwa. Melalui pendekatan fun learning, anak-anak belajar tentang rantai makanan, peran dalam ekosistem, dan pentingnya menjaga kelestarian habitat. - Workshop dan Seminar
Bali Bird Park juga menyelenggarakan workshop tentang konservasi, penangkaran, dan penyelamatan burung. Acara ini ditujukan untuk mahasiswa, pecinta burung, dan pelaku konservasi pemula. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi spesies, teknik pengamatan, hingga strategi pelestarian berbasis komunitas. - Kampanye Sosial dan Hari Spesial
Setiap tahun, taman ini turut memperingati hari-hari penting seperti Hari Bumi, Hari Keanekaragaman Hayati, dan Hari Burung Nasional dengan menyelenggarakan pameran, lomba gambar, kampanye digital, dan edukasi langsung di taman. Tujuannya adalah menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga bumi dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.
Pariwisata Berbasis Konservasi: Perpaduan Edukasi dan Hiburan
Dengan menggabungkan elemen edukatif ke dalam aktivitas rekreasi, Bali Bird Park mengusung konsep “edutainment”, sebuah pendekatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap lingkungan.
Setiap sudut taman dilengkapi dengan papan informasi dan QR code interaktif yang menjelaskan karakteristik, status konservasi, dan fakta menarik tentang berbagai jenis burung yang dipamerkan. Pemandu wisata yang berpengetahuan luas siap memberikan penjelasan dengan cara yang mudah dimengerti, ramah anak, dan menginspirasi.
Banyak pengunjung tour, terutama anak-anak, meninggalkan taman ini tidak hanya dengan foto dan kenangan indah, tetapi juga dengan kesadaran baru bahwa satwa liar perlu dilindungi, bukan dieksploitasi.
Dengan semua upaya konservasi dan pendidikan yang dijalankan secara konsisten, Bali Bird Park bukan hanya tempat untuk melihat burung, tetapi juga merupakan simbol harapan bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia. Inilah aktivitas liburan dan wisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dan mendidik.
Harga Tiket Masuk Bali Bird Park
Taman burung – Bali Bird Park di Gianyar ini menawarkan tarif tiket berbeda untuk wisatawan domestik (WNI) dan mancanegara (WNA):
- Domestik – WNI: Rp 140.000/dewasa dan Rp 70.000/Anak-anak
- Internasional – WNA: Rp 380.000/dewasa dan Rp 260.000/Anak-anak
Ketentuan Tiket:
- Harga sudah termasuk pajak dan biaya layanan.
- Tiket berlaku setiap hari, termasuk akhir pekan dan hari libur nasional.
- Untuk rombongan minimal 20 orang, tersedia pemandu wisata gratis jika melakukan reservasi minimal H-1.
- Anak: (usia 2–12 tahun), Anak usia di bawah 2 tahun gratis.
Apa Saja yang Termasuk dalam Tiket Masuk?
Dengan tiket ini, pengunjung tidak hanya bisa memasuki kawasan taman, tapi juga menikmati berbagai aktivitas seru yang cocok untuk keluarga dan anak-anak, antara lain:
- Akses ke seluruh area taman dan koleksi burung dari berbagai negara
- Menyaksikan berbagai pertunjukan burung edukatif secara langsung
- Ikut serta dalam aktivitas memberi makan burung
- Menonton film menarik di bioskop 4D
- Berfoto di Guyu-Guyu Corner, spot foto unik dan instagramable
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Pengunjung
Bali Bird Park tidak hanya menghadirkan satwa dan edukasi, tetapi juga memperhatikan kenyamanan setiap pengunjung dengan berbagai fasilitas, di antaranya:
- Restoran dan kafe yang menyajikan hidangan lezat dengan pemandangan taman tropis
- Playground untuk anak-anak
- Toko suvenir dengan aneka cendera mata bertema burung dan satwa liar
- Jalur stroller dan akses difabel untuk memudahkan pengunjung dengan kebutuhan khusus
- Taman anggrek dengan ratusan jenis bunga tropis yang indah
- Area parkir yang luas
- Mushola untuk beribadah
Dengan fasilitas ini, Bali Bird Park di Gianyar menjadi destinasi wisata ramah keluarga yang nyaman, menyenangkan, dan edukatif sepanjang tahun, dan bisa menjadi tujuan tour Anda berikutnya..